Asyik Bersih-bersih Usai Banjir, Eh…Ketemu Mayat Wanita Cantik

Banjir yang merendam ibukota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kota Tanjung Selor, mulai surut, Sabtu (14/2) pagi. Sejumlah warga sibuk membersihkan perkarangan rumah. Tidak kecuali dilakukan Sofian (23), yang berdomisili di Jalan Sengkawit atau tidak jauh dari Tugu Cinta Damai.

Namun, Sofian terkejut saat menunduk dan sekilas melihat di kolong rumahnya ada sesosok mayat. Kejadiannya sekitar pukul 10.00 Wita, pagi tadi.

“Saya langsung lompat karena kaget. Setelah itu, saya langsung infokan ke warga sekitar,” kata Sofian kepada Radar Tarakan (Grup JPNN.com).

Sontak, kabar penemuan mayat meluas. Awalnya, tidak diketahui identitas mayat wanita cantik berambut sebahu dengan ikat rambut warna biru, memakai cincin motif love, memakai baju merah muda merek Lamborjini dan dalaman hitam kotak, celana dalam warna pink, dan memakai celana legging karet selutut warna hitam.

Namun sekitar dua jam dari penemuan tersebut, akhirnya identitas mayat wanita cantik itu terungkap. Dia adalah Leni Marlina (30). Korban diketahui mengungsi di rumah temannya di Sabanar, sekitar 100 meter dari lokasi penemuan di kolong rumah Sofian.

Menurut keterangan keponakan korban, Desi (22), terakhir kali ia mengetahui Leni sedang mandi pada Rabu (11/2) sore. Itu diketahuinya saat Desi memanggilnya. Namun saat Desi memanggil kedua kalinya, tidak terdengar suara Leni menyahutnya.

“Waktu itu sekitar jam 7 malam,” kata Desi.

Feby (26), warga Binai yang juga masih keponakan korban menyampaikan, Leni tidak diketahui keberadaannya pada Rabu (11/2) malam. Dia baru dikabari Desi pada keesokan harinya.

“Kami sudah cari-cari ke rumah temannya. Dia memang bilang mau jalan,” kata Feby.

Saat hendak menghubunginya melalui telepon, handphone Leni diketahui rusak karena terendam air. Feby pun mengaku sempat berpikir kerabatnya itu jatuh dan terseret banjir.

“Tapi namanya kita orang kampung, pastilah tahu berenang. Makanya kami hilangkan pikiran itu,” kata Feby.

Masih menurut keterangan Feby, Leni sebenarnya tinggal di Desa Binai, Bulungan. Lebih ke Tanjung Selor bertujuan membayar angsuran kredit sepeda motor. Namun karena desanya juga terendam banjir, Leni yang diketahui telah bersuami namun belum memiliki anak sekalian mengungsi ke rumah temannya di daerah Sabanar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Aryani Arsyad yang juga sempat ikut langsung membersihkan jenazah Leni yang dipenuhi lumpur. Kuat dugaan Leni tewas terseret arus banjir.

“Kulit arinya sudah terkelupas,” ujarnya.

Usai ditemukan, jenazah Leni langsung dibawa ke RSUD Tanjung Selor.

sumber ; Radar Tarakan (Grup JPNN.com).

 

(Visited 476 times, 1 visits today)

2 Responses

  1. author

    Darminto Minto2 years ago

    slalu tabah buat masarakat tjg selor dan tjg plas,dgn musibah ini.kita harus lebih dkt ma allah

    Reply

Leave a Reply