Inilah Efek Pemanis Buatan untuk Kesehatan

Memakai pemanis buatan sering dipersepsikan lebih aman dibanding gula asli, terutama bagi penderita penyakit seperti diabetes. Pemanis buatan dianggap tak akan berdampak menaikkan kadar gula darah, sehingga penderita diabetes masih bisa menikmati makanan manis tanpa khawatir gula darahnya melonjak.

Beberapa penelitian mencoba mengungkap dampak pemanis buatan yang kini marak digunakan dalam industri makanan dan minuman, sebab harganya yang jauh lebih ekonomis dibanding gula tebu. Dilansir oleh laman Health Site, berikut dampak buruk pemanis buatan terhadap kesehatan manusia:

Mengganggu metabolisme
Karena pemanis buatan tak mengandung kalori, maka ia mengganggu kerja sistem metabolisme tubuh dengan memutus keterkaitan antara makan dan memperoleh kalori untuk cadangan energi di tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini kurang baik bagi kerja sistem metabolisme terutama dalam pemenuhan kalori.

Memicu janin lahir prematur
Dianjurkan untuk wanita hamil agar tak banyak mengonsumsi makanan atau minuman dengan pemanis buatan. Penelitian juga menyebut bahwa konsumsi bahan kimia ini ada kaitannya dengan peningkatan jumlah kelahiran prematur.

Diabetes tipe-2
Ya, pemanis buatan juga bisa meningkatkan resiko diabetes tipe-2. Walau tanpa kalori, namun bahan tersebut diketahui dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme di usus serta mengganggu keseimbangan bakteri itu. Hasilnya seseorang bisa menderita intoleransi glukosa, serta menyebabkan diabetes tipe 2.

Berikut ini contoh pemanis buatan yang penggunaannya harus dibatasi:

– Aspartame.
– Acesulfame potassium atau Acesulfame K
– Sucralose.
– Saccharin.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Leave a Reply