Kamis 2 Oktober 2014, Jembatan Jelarai Ditutup

TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi teknis pelaksanaan perbaikan jembatan Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang digelar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kaltara pada hari Jumat (26/9) lalu yang dipimpin Langsung Asisten II Bidang Ekonomi, Syaiful Herman, kemarin kembali dilakukan pertemuan untuk pemantapan dilaksanakannya per-baikan jembatan. Karena persyaratan yang diminta Kepala Dinas PU Kaltara, Suheriyatna berupa penyusunan SOP (Standard Operational Procedures) pergantian batang diagonal Jembatan dari P2JN telah dilengkapi oleh Kepala UPTD Wilayah Utara Dinas PU Kaltim, Ramang yang juga sebagai PPK 15 wilayah Tanjung Selor-Tanjung Redeb.
Dari hasil rapat  yang melibatkan pihak yang sama dengan pertemuan pertama yaitu, Dinas Perhubungan provinsi dan Kabupaten Bulungan, Dinas PU provinsi dan Bulungan, Polres Bulungan, dan pihak keamanan, menetapkan bahwa, penutupan Jembatan Jelarai akan dilakukan  Kamis, (2/10) dari Pukul 08:00 wita hingga Pukul 16:00 wita.
Mengingat Jembatan Jelarai merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Kota Tanjung Selor menuju pusat-pusat kegiatan di Provinsi Kaltara dan Kaltim, maka pihak PPK 15 ruas jalan Tanjung Redeb- Tanjung Selor dan pihak kontraktor yang mengerjakan perbaikan jembatan disarankan Asisten III, Syaiful agar menyediakan akses alternatif berupa angkutan sungai (perahu atau kapal penyeberangan) selama jembatan ditutup dan gratis /tidak di pungut biaya. Kecuali itu, aparat keamanan dan dinas terkait untuk menjaga/mengamankan jalannya perbaikan jembatan.
“Selain itu, saya meminta kepala UPTD Wilayah Utara Dinas PU Kaltim dan pihak kontraktor mulai hari ini, Selasa (30/9) untuk melakukan sosialisasi dan memasang peng-umuman di tempat-tempat yang strategis, sehingga masyarakat mengetahuinya,” katanya.
Sementara itu Ramang Kepala UPTD Kaltara Dinas PU Kaltim mengatakan, pelaksanaan perbaikan batang diagonal Jembatan Jelarai  direncanakan akan memakan waktu hingga 5 jam, namun untuk memastikan keamanan setelah di-lakukan perbaikan, maka di-butuhkan waktu satu hari pe-nutupannya, sehingga ia meminta pada pihak keamanan maupun dinas terkait untuk menutup lalulintas angkutan darat yang melintas di atas jembatan.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian sebelumnya yaitu ambruknya Jembatan di Kutai Kartanegara, maka kami meminta pihak terkait untuk melakukan penutupan akses yang melalui jembatan selama 1 hari. Sementara, sebagai alternatif kami dan pihak kontraktor akan menyediakan angkutan sungai yang bisa menyebrangkan orang, sehingga akses masyarakat menuju Kota Tanjung Selor atau sebaliknya tidak terganggu. Itu kami sediakan secara gratis,” pungkasnya.

Sumber : koran kaltim

Posted from WordPress for BlackBerry.

(Visited 49 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply