Mengenal Investasi Reksadana Melalui Asuransi

Saya mengenal Reksadana bukan karena saya mempelajari Reksadana, tapi saya mengetahui reksadana setelah saya memperlajari Asuransi Berbasis Investasi.

Saat itu saya sedang memilah dan memilih kira2 asuransi apa yang cocok untuk pendidikan anak saya untuk masa yang akan datang, mulai dari asuransi konvensional dan asuransi syariah, saat itu pilihan saya jatuh pada asuransi syariah takaful, setelah saya pelajari dan pahami memang asuransi taaful sangat cocok dengan keinginan saya yaitu berbasis syariah.

Walaupun pada intinya semua asuransi berbasis investasi sama-sama sebagian dana dikelola oleh fund manager reksadana, nah disinilah saya memperlajari reksadana kok bisa ya ada hubungan antara asuransi dan reksadana, padahal sebelumnya saya paling anti yang namanya reksadana dan pikiran saya reksadana itu adalah bermain saham, ternyata diluar pikiran saya bahwa reksadana adalah bukan kita yang bermain saham melainkan fund manager yang bekerja, disinilah pemikiran saya terbuka mengenai reksadana.

Setelah mempelajari Asuransi Berbasis Investasi, saya langsung menuju pokok utamanya yaitu memahami Reksadana Itu sendiri, jadi pada kesimpulannya bahwa ada keuntungan dan kekurangan mengikuti asuransi berbasis investasi dan mengikuti langusng reksadana.

  1. Asuransi berbasis investasi terdapat potongan biaya akuisisi yang sangat besar dibandingkan langsung kita mengikuti reksadana.
  2. Jika mengikuti Reksadana maka biaya pengelolaannya yang di bebankan ke kita sangat kecil
  3. Reksadana murni Investasi sedangkan Asuransi biasanya ada Proteksinya misalkan perlindungan kematian, kesehatan dan lain-lain
  4. Jadi Kesimpulannya adalah saya mengikuti dua2nya asuransi berbasis invetasi dan reksadana karena memiliki keunggulan masing-masing

So, bagi anda yang tertarik asuransi berbasis investasi ataupun reksadana murni menurut saya sah-sah saja. yang penting tujuannya adalah investasi jangka panjang ingat ya jangka panjang.

(Visited 107 times, 1 visits today)
Tags:

2 Responses

  1. author

    M. Ibnu Setiawan2 years ago

    Salam kenal,

    Saya M. Ibnu Setiawan. Saat ini saya merupakan agen asuransi Allianz. Senang sekali bisa baca artikel dari admin mengenai investasi reksadana.

    Sekedar ingin sharing pengalaman saya mengenai pencarian produk asuransi jiwa serta investasi. Background pekerjaan saya sebelum jadi agen adalah wiraswasta, usia saya waktu itu 30 tahun (thn 2014), sudah berkeluarga dengan 1 anak perempuan berusia 1 tahun. Saya sedang mencari info proteksi asuransi jiwa sebesar 1 Miliar, budget sekitar 300 ribu-an per bulan. Serta budget tabungan dana pendidikan putri saya senilai 500 ribu per bulan. Setelah ber-googling ria dan korespondensi lewat email, saya dapat 2 ilustrasi unit link dan 3 ilustrasi asuransi murni/termlife. Saya memutuskan untuk membandingkan produk asuransi murni saja setelah banyak baca artikel tentang pemisahan asuransi dan investasi. Selain itu akhirnya saya juga memutuskan untuk berinvestasi dinar emas melalui m-dinar. Dan saat ini sedang melirik investasi di reksadana syariah.

    Tentang produk asuransi. saya ingin share perbandingan produk yang pernah saya lakukan. Terutama produk asuransi murni. Ilustrasi yang pertama yang saya dapat, produk syariah, premi 3 juta per tahun, tenor 15 tahun, gak bisa bayar bulanan. Kalo yang kedua, termlife konvensional, premi minimal 4 juta, tenor 20 tahun, dapet UP-nya lebih besar yaitu 1,33 M, ada garansi perpanjangan, tapi sama dengan yang pertama, gak bisa bayar bulanan. Trus yang ketiga termlife konvensional juga, preminya 3,6 juta per tahun, tenor 20 tahun, dan bisa bayar bulanan, tapi jadi lebih mahal sekitar 12%. Jadi bayarnya kalo bulanan jadi sekitar 336 ribu per bulan.

    Karena saya pribadi pengen produk yang syariah. Masih berlanjutlah pencarian saya hingga akhirnya nemu produk unit link syariah dari Allianz. Beruntung saya ketemu dengan agen yang bagus, dibuatkanlah ilustrasi unit link syariah dari Allianz ini buat saya dengan premi minimal tapi proteksi maksimal. Dengan profil saya, UP 1 Miliar preminya 355 ribu per bulan, bayar premi terus selama ingin punya proteksi. Premi pun bisa flat hingga lebih dari 20 tahun, dengan catatan hasil investasi rata-rata sekitar 6-7% per tahun. Bahkan saya gak perlu risau dengan garansi perpanjangan, selama premi bayar terus, hasil investasi bisa nutupin biaya-biayanya, maka polis akan aktif terus. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa agen unit link dari perusahaan lain yang pernah nawarin ke saya, selalu nawarin cuma bayar 10 tahun, ada hasil investasi, “gratis” asuransi seumur hidup.

    Sempat bingung milih antara termlife yang bisa bayar bulanan 336 ribu atau yang dari Allianz ini. Sempet “vakum” sampai 2 minggu-an karena bingung dan juga kesibukan di toko. Akhirnya saya pun memilih produk unit link syariah dari Allianz ini, namanya Allisya Protection Plus. Dan 2 bulan sesudahnya saya memutuskan untuk menjadi agennya.

    Sangatlah penting mempunyai asuransi jiwa untuk proteksi penghasilan kita. Juga memisahkan antara asuransi dan investasi. Sedangkan khusus produk asuransi, untuk jenis asuransi yang mau kita pilih, mau unitlink atau termlife, itu hanya skema saja. Yang paling penting untuk kita adalah manfaat yang kita peroleh, sesuai atau tidak dengan perencanaan keuangan yang kita punya. Jadi bukan hanya sekedar “Say No unit Link”. Kita harus tetap bijak memilih sebuah produk asuransi.

    Terima Kasih

    Salam

    M. Ibnu Setiawan
    Blog: http://agenasuransisyariah.com
    “1 Yang Terpenting: Proteksi Penghasilan Keluarga”

    Reply
  2. author
    Author

    admin2 years ago

    terima kasih atas pencerahannya, saya sendiri juga mengikuti asuransi alisya dari alianz karena sesuai dengan kebutuhan proteksi saya, sedangkan reksadana memang dikhususkan untuk dana pendidikan.

    Reply

Leave a Reply