Mengenal Jonas Salk Sang Penemu Vaksin Polio

Mengenal Jonas Salk Sang Penemu Vaksin Polio

Google Doodle Hari Ini Peringati Hari Lahir Jonas Salk, Sang Penemu Vaksin Polio. Seperti biasa, Google selalu menghiasi tampilan halaman utamanya dengan gambar maupun tulisan menarik untuk menandakan adanya sebuah peringatan di hari tersebut. Dan jika Anda membuka halaman Google Hari ini, akan terlihat latar gambar dan tulisan yang menarik.

Ada sekumpulan anak-anak yang ceria serta orang tua yang sedang bermain di dekat seorang dokter. Salah seorang anak ada yang mengangkat kertas yang bertuliskan “THANK YOU DR. SALK”. Lalu apa atau siapa sebenarnya dr. Salk?

Ya, Doodle Google hari ini memang sedang memperingati tanggal kelahiran dokter penemu vaksin penyakit folio. Nama lengkap sang penemu adalah dr. Jonas Salk. Tahun 1952 di Amerika terdapat sebanyak 58 ribu kasus Polio dan kebanyakan yang terserang adalah anak-anak. Namun virus mengerikan ini akhirnya dapat di cegah setelah penemuan Vaksin Polio oleh seorang Virolog Yahudi bernama Jonas Salk pada tahun 1955.

Pria bernama lengkap Jonas Edward Salk ini lahir pada tanggal 28 Oktober 1914 di New York, Amerika Serikat. Orang tua Salk adalah imigran Yahudi asal Rusia atau biasa disebut Ashkenazi Jewish. Jonas Salk kecil tumbuh dan dididik dalam budaya Yahudi.

Saat berusia 12 tahun Salk menempuh pendidikan di Townsend Harris High School, yakni sebuah sekolah khusus untuk anak-anak cerdas. Kemudian ia melanjutkan kuliah di City College New York dan pada puncak krisis “Depresi Besar” melanda New York dia berhasil mendapat gelar Bachelor of Science.

Namun Salk keluar dari perkumpulan rekan-rekan sebayanya karena ia lebih unggul akademisnya serta keinginannya untuk melakukan eksperimen medis secara mendalam. Salk tidak tertarik untuk menjadi dokter praktek seperti yang di cita-citakan rekan-rekannya.

Pada tahun 1947, Jonas Salk memutuskan untuk menjalankan laboratorium yang merupakan sumbangan dari William McEllroy, seorang Dekan di University of Pittsburgh School of Medicine.

Sebelum meneliti Virus Polio, awalnya ia meneliti virus Influenza yang mewabah pada saat Perang dunia pertama. Sembari bekerja di laboratoriumnya, Salk sedikit demi sedikit mengembangkan vaksin yang mampu melawan Virus Polio. Pengujian-pengujian di lapangan kerap kali dilakukannya. program tersebut melibatkan kurang lebih 20.000 dokter praktis serta ahli-ahli kesehatan masyarakat, 64.000 pegawai sekolah dan 220.000 sukarelawan.

Jonas Salk akhirnya menemukan cara untuk melawan Virus Polio yaitu dengan menggunakan Virus juga, inilah yang kemudian disebut Vaksin Polio. Bahan Antigenik dari Vaksin menghasilkan kekebalan yang aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah serta mengurangi infeksi dari organisme.

Percobaan pertama digunakan kepada hewan di laboratoriumnya dan berhasil. Namun di percobaan kedua, ia sempat kebingungan siapa yang akan mencoba Vaksin Polio tersebut. Akhirnya Salk memutuskan untuk menjadi kelinci percobaan dan mencoba Vaksin itu sendiri bersama istri dan anak-anaknya. Sebelum keluarga Salk menerima Vaksin, terlebih dulu diberikan kepada beberapa.

Setelah selesainya percobaan terhadap relawan lain, pada tanggal 22 April 1955, Dr. Thomas Francis dari University Michigan menyatakan bahwa Vaksin temuan Jonas Salk aman dan sangat efektif digunakan. Jonas Salk tidak pernah mematenkan Vaksin hasil temuannya karena ia menganggap bahwa Vaksin ini adalah milik semua orang, seperti matahari.

Pada tahun 1963 Jonas Salk juga mendirikan The Jonas Salk Institute for Biological Studies, di La Jolla yang saat ini berkembang menjadi pusat penelitian medis dan sains.

Seluruh karya-karya penelitian Salk ditulis olehnya sendiri yang dikemas dalam buku-buku, diantaranya adalah Man Unfolding tahun 1972, The Survival of the Wisest tahun 1973, A New reality tahun 1981, dan Anatomy of Reality tahun 1983.

Jonas Salkmeninggal pada tanggal 23 Juni 1995, di La Jolla, California, saat itu ia berusia 80 tahun. Jasadnya dimakamkan di El Camino Memorial Park, San Diego.

(Visited 150 times, 1 visits today)

Leave a Reply