Meriahnya Berbagai Macam Seni dan Budaya di Pekan Budaya Malinau 2014

Meriahnya Berbagai Macam Seni dan Budaya di Pekan Budaya Malinau 2014Masih dalam rangkaian kegiatan HUT Kab. Malinau dan Irau, pada Kamis (23/10) yang mendapat giliran tampil mempertunjukanan seni dan budayanya adalah dari Paguyuban Sa’ben, Bubuhan Banjar (KBB) dan KKB NTB serta KKB NTT. Satu persatu masing-masing paguyuban menampilkan ciri khas  seni dan budayanya tak terkecuali dari KKB NTT. Tari-tarian yang ditampilkan dari KKB NTT berkisah tentang keseharian hidup di kampung halaman, dalam keadaan senang atau susah, dikala untung dan malang serta di kala perang dan damai. Tari pertama yang ditampilkan KKB NTT adalah tari Silli. Silli berarti seni menghindar atau mengelak dari serangan lawan. Silli adalah tarian Inisiasi atau pelantikan seorang anak laki-laki Lamalohot memasuki masa kesewasaan. Makna filosofinya adalah bahwa seorang anak melepaskan ketergantungan pada orang tuanya dan mulai berdikari. Dia harus mampu berjuang melawan setiap tantangan yang menghadang dalam hidupnya.

Butuh sebuah konsentrasi dan kesadaran pada nilai-nilai kebenaran agar seseorang menjadi pemenang dalam pergulatan hidup. Tarian selanjutnya adalah ja’i Reba. Ja’i  Reba dalam bahasa Bajawa, ja’i berarti tarian dan Reba artinya pertemuan keluarga besar untuk bersyukur dan bergembira. Jadi tarian Ja’i Reba adalah tarian syukur kepada Tuhan atas berkat limpahan yang diberikanNya dalam kehidupan manusia. Tarian ini biasanya dimainkan selama tiga hari  tiga malam. Masyarakat Bajawa bergembira dengan makan minum dan menari bersama-sama. Aktifitas rutin dilupakan sejenak hanya untuk bergembira dan bersyukur dalam tarian dan nyanyian.

Sebagai tari penutup adalah tari Hedung Dope yang berarti menghantar dengan keiklasan hati dan doa agar yang berangkat dapat sampai di tempat tujuan dengan selamat. Setelah kita merayakan kegembiraan ulang tahun ke-15 ini apa yang dapat kita bawakan untuk diri, keluarga dan masyarakat Malinau? Mari kita hantar program-program populis pemerintah daerah ke medan tugas dan pengabdian kita agar cita-cita Malinau dapat terwujud meskipun dalam peran yang kecil dan sederhana. Itulah pesan yang ingin disampaikan dari Tari Hedung Dope.

Segenap warga KKB NTT menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas diperkenankannya kami untuk dapat tampil dan ikut ambil bagian dalam kegembiraan masyarakat Malinau. Kegembiraan ini membuat kami semakin mencintai Malinau. Rasa cinta ini kami tuangkan pada sebuah motto “Melalui Keragaman Tarian Daerah Kita Wujudkan Sebuah Keluarga Bangsa”. Rasa Setelah pementasan dari semua paguyuban berakhir, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dalam sambutannya menyampaikan Mari kita bangun Malinau ini dengan semangat persatuan.

Walaupun berbeda-beda suku dan etnis, tetapi itu bukan halangan untuk kita menjadi maju. Jika memang terdapat perbedaan antar suku mari kita akui tetapi jangan mengada-ada dalam perbedaan. Kita semua merupakan satu kesatuan yang tanpa persatuan kita tidak akan bisa membangun Malinau ini dengan baik. Semua memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu perlu adanya sikap saling menghargai dan toleransi didalam perbedaan. Perbedaan itu akan menjadi indah jika dapat bersatu seperti pelangi yang berbeda-beda warna tetapi mampu membuat mata berdecak kagum. Seperti teman-teman kita yang berasal dari berbagai daerah diluar Malinau.

sumber : kodimmalinau.com

 

(Visited 99 times, 1 visits today)

Leave a Reply