Meriahnya Pekan Budaya Irau ke 8 dan HUT Malinau ke 15

Perayaan Ulang tahun dan pesta rakyat di Kab. Malinau masih berlangsung sampai tanggal 27 Oktober 2014. Setiap hari digelar pertunjukan upacara Adat dan perlombaan antar kecamatan. Pertunjukan upacara Adat dari suku Kayan merupakan salah satu upacara Adat yang tampil pada Selasa (21/10). Suku Kayan adalah suku Dayak dari rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari Sarawak.

Ketika memasuki Kalimantan Timur suku Kayan pertama-tama menetap di daerah Apau Kayan di daerah aliran sungai Kayan, karena alasan perang antar suku dan mencari daerah yang lebih subur serta daerah asal (Apau Kayan) yang sangat tertinggal dan terisolir, suku Kayan meninggalkan Apau Kayan yang telah mereka tempati selama 300 tahun dan bermigrasi menuju daerah-daerah yang lebih maju agar dapat lebih berkembang kehidupannya, yaitu sekarang menetap di daerah aliran sungai Wahau (daerah Suku Wehea) di Kabupaten Kutai Timur.

Prosesi Adat menyambut Bupati beserta rombongan yang dipimpin oleh Ketua Adat Kayan menjadi pembuka dalam pertunjukan upacara Adat Kayan. Dalam tradisi suku Kayan pada tempo dulu apabila akan melaksanakan upacara Adat apapun jenisnya terlebih dahulu wajib mendirikan tombak pusaka Kayan yang disebut Bakin Kelikah sebagai simbol di mulainya pelaksanaan Upacara Adat, tidak ada seorangpun yang bisa merebahkannya selama kegiatan Upacara Adat berjalan. Bakin Kelikah dibuat dari besi keluh dengan ukuran 1 Meter dan tiang dibuat dari kayu Merang atau kayu Gare yang ukurannya sebesar 10 x 10 cm.
Setelah pertunjukan upacara Adat Kayan selesai, Bupati dan rombongan melaksanakan makan bersama dan untuk masyarakat yang datang juga telah disiapkan makanan di sekitar alun-alun.

Meriahnya Pekan Budaya Irau ke 8 dan HUT Malinau ke 15

Hal ini menunjukkan betapa dekat dan pedulinya seorang pimpinan dengan rakyatnya. Perlombaan masak menjadi acara selanjutnya. Tim dari Legislatif Kab. Malinau mendapat tantangan dari tim Eksekutif Kab. Malinau. Semua pimpinan turun langsung mencoba mengkreasi masakan. Kekompakan dalam sebuah tim sangat dibutuhkan karena jika salah dalam menakar, akan berakibat pada hasil masakan yang telah dibuat.

Bersaamaan dengan lomba masak, di sisi kiri panggung utama berlangsung juga lomba tarik tambang. Perlombaan tersebut diikuti 15 kecamatan yang ada di Kab. Malinau. Perlombaan ini juga memerlukan sebuah kekompakan dan juga strategi yang jitu, jika salah dalam membuat strategi, dengan mudah lawan akan berhasil memenangkan perlombaan.

sumber : kodimmalinau.com

(Visited 91 times, 2 visits today)
Tags:

Leave a Reply