Meriahnya Tarakan Carnival 2014

Walaupun sepintas terlihat copypaste seperti Jember Fashion carnaval (JFC), pelaksanan Tarakan Carnival 2014 dengan mengangkat tema Eksotika Bumi Paguntaka, Minggu (23/11/2014) terbilang sukses, betapa tidak orang nomor 1 dipemerintahan Kota Tarakan (Walikota,red) menginginkan agar pelaksanaan Tarakan Carnival bisa dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Kepada MBNews, Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga, M.Si mengatan, perhelatan Tarakan Carnival 2014 yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) patut diacungi jempol, sebab banyak perubahan dibandingkan Carnaval sebelumnya.

Walaupun sudah bagus, namun Sofian Raga tetap mengkritik perlu adanya pembenahan mulai kreatifitas, inovasi dengan berbagai macam model. “Kenapa hanya Jember saja yang bisa go Internasional, kita juga bisa !, dan ini tidak bisa jika hanya 1 kali dalam setahun, kalau bisa dalam setahun 2 kali agenda Tarakan Carnival digelar.” Ungkap Sofia Raga dengan rasa optimis Melihat antusiasnya warga Tarakan yang menyaksikan langsung Tarakaran Carnival 2014, membuat Sofian raga berbahagia, bahkan ia berujar dengan antusiasnya warga Tarakan menonton parade Tarakan Carnival, maka tidak ada alasan even yang digalakan Disbudparpora untuk tidak didukung. “Saya lihat masyarakat antusias menyaksikannya, berarti hal seperti ini disukai, ketika masyarakat suka ya wajib didukung,” Tegasnya.

Disbudparpora, Perlu Dukungan Anggaran Adanya keinginan Walikota Tarakan Ir,Sofian Raga, M.Si agar Tarakan Carnival diadakan 2 kali dalam setahun, disambut baik oleh Kepala Disbudparpora Hamid Amren,SE. Menurutnya hal yang terpenting dalam penyelenggaraan even Tarakan Carnival yakni adanya dukungan dari DPRD Tarakan khususnya dalam hal penganggaran, pasalnya tanpa adanya anggaran sulit Tarakan Carnival diadakan. “Yang terpenting Dewan mendukung setiap even Tarakan Carnival dengan menyetujui alokasi anggaran untuk agenda even yang mengangkat nama Tarakan,” Jelas Hamid Amren,SE Menurut Hamid, Tarakan Carnival tidak bisa dibilang copypaste dari Jember Fashion Carnaval (JFC), walaupun sepintas terlihat sama namun even Tarakan Carnival sudah dimodifikasi sehingga sedikit berbeda dengan JFC.

“Ini tidak copypaste, tapi Amati Tiru dan Modifikasi (ATM), dengan even ini saya optimis Tarakan akan dikenal oleh wisatawan sebab sebelum kegiatan kita sudah share di media baik cetak maupun elektronik , dan diyakinkan kunjungan wisata meninggkat pada saat Tarakan Carnival 2014 digelar,” Terang Hamid. Warga, Selfie Bareng Dengan Peserta Tarakan Carnival Mungkin sudah jenuh dengan parade yang tidak inovatif, ketika Tarakan Carnival tampil dengan perubahan wajah yang cukup menarik hati, membuat warga Tarakan yang menyaksikan Tarakan Carnival tidak menggunkan kesempatan tersebut untuk berpofoto selfi (Narsis,red) dengan peserta yang menggunakan kostum menarik. Sinta (18) Warga Jl.Aki Balak RT.60 memberikan apresiasi kepada Dispbudparpora yang berani membuat perubahan dalam pelaksanaan carnival yang biasanya monoton, dirinya mengakui carnival kali ini tidak semerawut, pesertanya tertata dengan menggunakan berbagai macam kostum. “Mudahan tahun depan acara seperti ini ada lagi, saya seperti melihat parade costum diluar negeri atau setidaknya seperti di jember,” Ungkap Sinta disela berfoto selfie dengan peserta Tarakan Carnival 2014.

sumber : merahbirunews

(Visited 100 times, 1 visits today)
Rate this article!
Tags:

Leave a Reply