Prosesi Adat Tidung Pada Pesta Budaya Irau

 

TATA CARA PENGOBATAN DAN MENURUNKAN KELANGKANG MAHLIGAI DI BUMI DENGAN JUDUL:
RAJA BUANA ALAM LESTARI

 

Tari dan lagu ini diawali dengan sebuah syair yang disebut SELUDEN, bermakna legenda, cerita hikayat atau sejarah mengenang peristiwa kejadian masa lalu yang dahsyat dan menakjubkan seperti riwayat raja-raja, pahlawan, pendekar, atau pejuang.

Disekitar abad XVII, disebelah timur pada jaman itu terdapat suatu wilayah kerajaan di bagian utara Kalimantan Timur dengan sebutan Tanah Berayu yang dihuni oleh salah satu rumpun etnis yang disebut Suku Tidung.

Pada masa itu suku Tidung bermukim di pesisir pantai dan sungai, hidup sederhana sebagai nelayan dan petani, bercocok tanam dan berburu.  Suku Tidung saat itu sudah mengenal adat istiadat dan berbudi luhur.  Mereka patuh, taat dan setia terhadap raja, pemimpin, seperti Penggawa.

Salah satu tradisi tata cara pengobatan kami gelar pada hari ini dengan judul Raja Alam Buana Lestari yang menggambarkan tata cara pengobatan dan menurunkan kelangkang mahligai di pohon dan di bumi.

Pada jaman itu, masyarakat Tidung belum sepenuhnya memeluk agama Islam.  Hal ini dikarenakan letak geografis yang masih terpencil, namun  mereka percaya bahwa kehidupan di bumi ini adalah ciptaan Sang Penguasa. Hal inilah yang menjadi latar belakang cerita tradisional suku Tidung didalam melaksanakan penyembuhan kepada orang sakit sebelum memeluk agama Islam.

Bila terjadi bencana alam, atau orang sakit, maka suku Tidung membuat upacara pengobatan dengan berdialog kepada kekuatan gaib alam semesta.   Kemudian mereka membuat kelangkang mahligai untuk diantar ke suatu tempat atau pohon besar yang dipercaya sebagai media untuk berdialog dengan kekuatan gaib tersebut.  Namun seiring dengan perkembangan jaman dan masuknya budaya dan agama Islam, maka tata cara pengobatan tersebut sudah tidak dilakukan lagi.

(Visited 106 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply