Seminar Sehari tentang peran dan fungsi Adat Pada Pekan Budaya Irau ke 8

Di hari ke dua perayaan HUT Kab. Malinau ke-15 dan Irau ke-8, Pemkab. Malinau menggelar Seminar Sehari tentang peran dan fungsi Adat. Adat itu sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan nilai-nilai dan kultur dasar yang turut memperkokoh landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di samping itu, Adat juga telah memperkaya khasanah budaya bangsa yang turut memberikan andil bagi terbentuknya tatanan nilai sosial itu sendiri, baik secara legal formal maupun secara informal. Adat atau adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat merupakan salah satu modal sosial yang dapat dimanfaatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan. Pemerintah dalam hal ini memandang perlu dilakukan upaya-upaya pelestarian dan pengembangan peran serta fungsi adat dan tatanan nilai-nilai sosial budaya masyarakat di bangun dengan mengedepankan, paling tidak, tiga pilar utama yaitu pilar pengembangan, pilar pelestarian dan pilar kemandirian. Potensi dan aset adat istiadat serta nilai sosial budaya masyarakat sangat besar, namun belum didayagunakan secara optimal, khususnya dalam memberikan fundamental ke arah peningkatan perekonomian masyarakat secara nyata.

Pelaksanaan Seminar Sehari di Kab. Malinau ini adalah kerjasama antara Pemerintah Kab. Malinau dengan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia, dimana Pemerintah Kab. Malinau memfasilitasi pelaksanaan Seminar, sedangkan narasumber berasal dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. Sebagaimana tema Seminar “Peningkatan Peran dan Fungsi Adat dalam prespektif Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa”. Seminar diadakan di Pemda Kab. Malinau tepatnya diruang Tebengang. Peserta Seminar terdiri dari Lembaga Legislatif Kab. Malinau, FKPD Kab. Malinau, SKPD Kab. Malinau, Perwakilan Lembaga-lembaga Adat di Kab. Malinau dan unsur LSM yang berkaitan dengan Adat di Kab. Malinau. Karena bertepatan dengan HUT Malinau dan Irau, sehingga para peserta yang tinggal dipelosok daerahpun ikut ambil bagian dalam acara tersebut. Mereka ingin menyampaikan apa yang ada di benaknya serta ingin menanyakan berbagai peraturan pemerintah yang belum mereka pahami. Terdapat 3 nara sumber yang memberikan penjelasan tentang Peningkatan dan Peran Adat Dalam Perspektif UU No. 6 tahun 2014. Nara sumber tersebut antara lain Direktur Jendral Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PMD) Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia, Pimpinan Aliansi Masyarakat Adat Nasional atau yang lebih dikenal dengan (AMAN) serta dari Dosen IPDN Prof. Dr. Sadu Wasistiono, M.Si. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Mars Gerdema.

Dalam sambutannya, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menyampaikan “Mari kita bahas secara bersama-sama semua perbedaan. Perbedaan bukanlah penghalang kita untuk terus maju tapi jadikanlah perbedaan itu seperti pelangi yang saling melengkapi. Bertepatan dengan HUT Kab. Malinau dan Irau, ini merupakan kesempatan yang sangat baik sehingga semua masyarakat yang tidak bisa datang menjadi datang”. Selaku moderator yakni Sekda Kab. Malinau Prof. Dr. Antri Patton, M.Si. Dalam acara tersebut, nara sumber menjelaskan terlebih dahulu tentang materi yang telah disiapkan. Setelah selesai memberikan penjelasan, masuk pada sesi yang ke dua yaitu tanya-jawab. Banyak masyarakat yang ingin bertanya tetapi karena keterbatasan waktu sehingga moderator hanya memberikan kesempatan kepada beberapa orang saja. Seminar tersebut bertujuan untuk dapat memantapkan program pelestarian dan pengembangan adat-istiadat serta nilai-nilai sosial budaya, mendukung budaya nasional dalam mencapai dan mewujudkan ketahanan nasional serta keutuhan NKRI.

Pada pukul 15.00 Wita, Bupati dan rombongan menghadiri acara pembukaan Pertandingan Olahraga Berprestasi Seluruh Cabang. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan “Semua olahraga mempunyai standarisasi masing-masing yang harus dipenuhi oleh seluruh tim, jadi bagi yang tidak memenuhi standar jangan memaksakan diri untuk mengikuti cabang olahraga tersebut. Bertepatan dengan HUT Malinau dan Irau, mari kita mengkoreksi atas semua hal yang telah kita lakukan dan instrospeksi diri, apa saja yang telah kita berikan kepada Kab. Malinau yang kita cintai ini. Kritikan itu memang menyakitkan tapi harus kita terima dengan lapang dada. Setelah itu kita bangkit dan tunjukkan pada daerah lain bahwa kita bisa. Negara kita menduduki peringkat empat dunia dalam hal jumlah penduduk. Tapi kenapa kita tidak bisa bersaing dengan Negara lain yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit dari kita. Itu karena kita masih tidak serius dalam menggeluti bidangnya masing-masing” ungkapnya. Setelah memberikan sambutan, Bupati menyaksikan pertunjukan Taekwondo yang dilakukan oleh para pelajar dari SD sampai SMA se-Kab. Malinau. Mereka menunjukkan keahlian mereka dengan lihainya. Para penonton dibuatnya berteriak memberikan semangat. Setelah demonstrasi selesai akan digelar pertandingan Sepak bola. Bupati membuka pertandingan sepak bola tersebut secara simbolis dengan menendang bola tanda dimulainya pertandingan. Kemudian Bupati beserta rombongan berkeliling menyaksikan cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari ini

sumber : kodimmalinau.com

(Visited 70 times, 1 visits today)

Leave a Reply