Tarakan Carnival Minggu 23 November 2014 Berlangsung Meriah

Sebagai salah satu daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Kota Tarakan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Tarakan, menggelar acara yang spektakuler, yaitu Tarakan Carnival 2014 yang diikuti tidak kurang dari 205 peserta. TC 2014 ini menampilkan berbagai macam kreativitas, yang dituangkan dalam fasion show ini mampu menyedot ribuan masyarakat.

TC 2014 yang dilepas Walikota Tarakan Sofian Raga di depan Stadion Datu Adil ini membuat kemacetan di beberapa ruas jalan, khususnya rute yang dilewati peserta TC 2014. Dari pantauan Koran Kaltara di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, Kihajar Dewantara, dan Sumatera dipadati warga yang bersusun rapi di tepi kanan kiri jalan untuk menyaksikan TC 2014.
Menurut Sofian, agenda yang diadakan setiap dua tahun sekali ini diharapkan dapat digelar setiap tahun, bahkan jika memungkinkan dalam satu tahun digelar dua kali untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, “Kami berharap kepada Kepala Disbudparpora untuk melaksanakan paling tidak satu tahun sekali, kalau bisa satu tahun dua kali,” ucapnya, Minggu (23/11).

TC 2014 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pelayanan masyarakat karena menjadi salah satu seni dan budaya yang merupakan kebutuhan masyarakat, khususnya yang berada di Tarakan. Oleh sebab itu, harus dikembangkan sehingga dapat dijadikan sebagai sarana untuk menuangkan kreativitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bagian promosi daerah karena memiliki nilai industry dan ekonomi yang berkesinambungan.

“Yang tidak kalah penting adalah TC 2014 ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam visi dan misi yang telah diprogramkan di RPJMD Tarakan 2014 – 2019 dimana salah satunya adalah, menjadikan Tarakan sebagai kota pariwisata, selain dari kota perdagangan, industri dan jasa,” ucapnya.

Kepala Disbudparpora Tarakan Hamed Amren mengatakan, TC 2014 mempunyai landasan yang mendasar yaitu dalam rangka mewujudkan visi dan misi Walikota Tarakan 2014 – 2019 di bidang kepariwisataan.
“Ini juga sebagai upaya melestarikan seni dan budaya daerah sebagai salah satu budaya bangsa. Oleh karenanya harus dikembangkan sebagai daya tarik wisata dan untuk meningkatkan kunjungan ke Tarakan,” papar Hamed.

sumber : merahbirunews

(Visited 50 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply