Tarakan dan Bulungan di Guncang Gempa 4,5 SR

info gempa bumi tarakan

Untuk kedua kalinya selama 2014, setelah Agustus lalu Tarakan kembali diguncang gempa dampak dari gempa tektonik di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara bagian Utara. Gempa terjadi sekitar pukul 04.00 dinihari pada Minggu (9/11).
Rofi, salah satu warga yang tinggal di Jalan Karang Rejo mengaku pertama kali merasakan gempa sekitar pukul 03.00 dinihari. Gempa pertama tak terlalu dirasakan bergoyang, namun langsung membuatnya terbangun lantaran rumah yang ditinggalinya berada diatas laut dan konstruksi kayu.
“Sampai beberapa kali gempanya, seingat saya ada 7 kali dan terakhir sekitar pukul 04.00 dinihari. Nah, yang terakhir paling terasa, sampai lemari kayu di kamar bergoyang. Karena itu, kami langsung panik dan keluar rumah,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Slamet, warga Jalan Yos Sudarso, tepat di belakang Penginapan Ramayanan itu mengaku merasakan gempa yang sama pada pukul 04.30 dinihari. Gempa terakhir yang dirasakannya. Meski tak mengingat pasti jumlah gempa terjadi, tapi diakui gempa terakhir jadi gempa terkuat.
“Gempanya berasa besar juga, sampai kami khawatir juga terjadi tsunami. Apalagi rumah kami diatas laut, makanya saya langsung mencari informasi tentang gempa ini apakah ada potensi tsunami,” katanya.
Sementara itu, data diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan menyebutkan, meski kedua kalinya tahun ini, untuk titik gempa berbeda dari yang terjadi pada Agustus lalu.
“Kalau gempa yang terjadi tadi subuh (kemarin. red), titik pusat gempanya berbeda. Kali ini titik gempa terjadi di kedalaman 10 Km di dalam laut dan jarak dari Tarakan ke pusat gempa sekitar 23 Km ke arah Timur Laut Tarakan,” ujar Staf BMKG Tarakan, Agustian Nugraha.
Dari pengaduan warga menyebutkan gempa terjadi hingga 7 kali, ternyata di BMKG Tarakan yang terpantau hanya 3 kali. Dirilis BMKG, sekitar pukul 03.18 dinihari dengan gempa berkekuatan 4,3 Skala Ritcher (SR), gempa kedua terjadi pukul 03. 01 dinihari dengan kekuatan 4,1 SR dan pukul 03.07 dinihari gempa dengan kekuatan 4,51 SR.
“Yang paling merasakan gempa di Tarakan Utara, dekat Pulau Bunyu. Tapi, memang jalur terjadinya gempa belum masuk perairan Sulawesi. Kemudian, titik gempanya di bawah laut utara Timur Laut, yaitu 3,51 Lintang Utara-117,72 Bujur Timur ,” ujarnya.
Agustian mengungkapkan, karena merupakan gempa tektonik sebenarnya apabila asal gempa dari Manado atau Philipina, Tarakan bisa berpotensi tsunami. Apabila gempa bawah laut berasal dari dua daerah tersebut, dipastikan Tarakan bisa terjadi tsunami kecil. Tapi, Agustian memastikan seandainya dua daerah itu terjadi gempa sekitar 10 menit kemudian langsung menyatakan warning kemungkinan tsunami atau tidak.
“Nah, kalau gempa dari Manado atau Philipina kami langsung siaga. Tapi, titik pantau kita banyak seperti misalnya tidak ada indikasi kenaikan air laut di sekitar wilayah Papua jadi aman, cuma warning sudah masuk lebih dulu untuk waspada tsunami,” jelasnya.
Diakui Agustian, gempa paling terasa sekitar pukul 04.00 dinihari. Namun, apakah di daerah sekitar Tarakan seperti Bulungan dan Nunukan juga merasakan gempa, hal itu belum diketahui. “Tapi, keuntungannya karena Tarakan tak terletak di ujung patahan, jadi reaksinya dari Jawa terus ke Sumatera. Artinya, wilayah Tarakan tidak termasuk di ujung patahan. Kalau kita ada didepan, pasti bergeraknya sangat terasa sekali hingga lebih dari gempa terjadi pukul 04.00 subuh itu,” tambahnya.

Gempa 4,5 SR di Bulungan Tak Berpotensi Tsunami

TANJUNG SELOR – Kepala BMKG Bulungan, Irman Sonjaya memastikan gempa yang terjadi Minggu (9/11) lalu dan dirasakan warga Bulungan dan sekitarnya tak berpotensi tsunami. Gempa terakhir dipastikan terjadi di laut 27 Km Timur Laut Tarakan itu terjadi pukul 04.07 Wita dengan kekuatan 4,5 SR.
“Memang benar beberapa kali terjadi guncangan akibat gempa yang juga dirasakan masyarakat pada Minggu pukul 02.00 dinihari hingga pukul 03.07 dinihari. Dari data satelit, guncangan pertama terjadi pukul 02.00 dinihari dengan kekuatan 4,3 SR. Pukul 02.01 dinihari terjadi kembali guncangan dengan 4,1 SR. Selanjutnya, beberapa lama tak ada guncangan dan puncaknya pukul 03.07 dinihari. Guncangan kembali terjadi pada tidak yang tak terlalu jauh dari lokasi sebelumnya, dengan kekuatan 4,5 SR,” jelas Irman kepada Koran Kaltara, Minggu (9/11) kemarin.
Selain itu, Irman juga mengatakan bahwa 3 kali guncangan yang dirasakan masyarakat Bulungan dan sekitarnya menurut analisa merupakan gempa yang belum berpotensi tsunami. ”Untuk syarat gempa yang berpotensi tsunami, pusat gempa berada di laut, intensitas gempa lebih dari 6 SR. Kalau patahan gempa arahnya vertikal, bisa disimpulkan gempa tak berpotensi tsunami,” jelasnya

sumber : koran kaltara

(Visited 99 times, 1 visits today)

Leave a Reply