Transaksi non tunai, Anda bisa pilih jenis uang elektronik

Memang bermacam ragam uang elektronik beredar diterbitkan berbagai provider atau bank. Tapi masyarakat punya dua pilihan jenis uang elektronik, ada yang registered (terdaftar)dan non registered (belum terdaftar).

Salah satu perbedaannya ada pada batasan saldo. yaitu jika pakai uang elektronik registered jumlah saldonya bisa mencapai Rp 5 juta, sementara non registered dibatasi saldonya hanya Rp 1 juta saja.

Kalau yang registered jika kartunya hilang bisa diblokir, orang lain nggak bisa menggunakan kartunya. Jadi nilai uang kita tidak bakal menghilang. Selain itu, uang elektronik juga bisa meminimalisir penggunaan untuk pembiayaan terorisme atau penyalahgunaan dan lain-lain.

Masyarakat juga punya pilihan bentuk uang elektronik. Selain dalam bentuk kartu yang sudah lebih sering digunakan saat ini, juga ada uang elektronik menggunakan ponsel.

Bank Indonesia terus dorong penggunaan uang elektronik sebagai alat bayar non tunai bagi masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan maksud memberi alternatif cara bayar yang praktis dan nyaman bagi masyarakat serta membantu mengurangi penggunaan uang tunai.

Karena peruntukan uang elektronik memang untuk transaksi dalam nominal kecil (micro transaction), maka BI membatasi aturan pemakaian uang elektronik. Per bulan maksimal kumulatif Rp. 20 juta.

Dia yakin penggunaan uang elektronik akan terus meningkat dan masyarakat akan memilih beralih dari uang tunai ke non tunai. Selain dalam sektor transportasi, uang elektronik akan digunakan dalam berbagai keseharian masyarakat seperti program bantuan Pemerintah, airport tax, bahkan biaya Catatan Sipil.

Masyarakat pun juga diberi kemudahan untuk mengisi ulang uang elektronik yang mereka miliki. Semoga transaksi uang elektronik bisa dinikmati oleh semua masyarakat. Dengan menggunakan uang elektronik aktivitas masyarakat menjadi semakin mudah dan efisien.

(Visited 167 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply