Ucapkan Terima Kasih Pada Satelit Telekomunikasi

Saya baru tahu, hampir semua keperluan komunikasi kita sekarang ini jadi lebih mudah berkat kehadiran satelit telekomunikasi. Ternyata banyak loh hal keseharian yang secara tidak langsung bergantung pada satelit komunikasi. Ga percaya? Ini beberapa contohnya:

  • Saat anda mendengarkan radio di mobil ketika sedang terjebak macet, sangat besar kemungkinan kalau sinyal yang anda terima telah didistribusikan dari studio pusat satelit.
  • Saat anda membaca koran atau majalah, cetakan yang ada di tangan anda dicetak secara lokal di daerah anda, tapi kontennya dikirim ke perusahaan percetakan melalui hubungan satelit.
  • Saat anda menonton berita breaking news tentang kejadian heboh atau siaran langsung sepakbola liga Inggris, semua itu juga dipancarkan melalui satelit.
  • Satu lagi nih, kalau nonton berita kadang suka ada laporan langsung dari TKP oleh reporter kan? Nah, itu juga bisa sampai ke layar televisi anda berkat satelit.

Coba nanti anda amati, hal apalagi yang dibaliknya ada bantuan satelit telekomunikasi. Sambil anda mencari tahu, saya mau cerita sedikit soal satelit telekomunikasi nih.

Saya yakin anda pasti sudah pernah mendengar kata satelit, dan anda membayangkan alat canggih yang diluncurkan ke luar angkasa, betul kan? Tidak salah kok, tetapi sebenarnya satelit itu adalah objek apapun yang bergerak dalam garis edar melingkar di sekitar planet – makanya bulan dikenal sebagai satelit alami bumi. Di luar angkasa sana juga ada banyak satelit buatan manusia, biasanya jaraknya lebih dekat ke bumi.

Satelit yang dibuat oleh manusia memiliki berbagai macam ukuran dan bentuk, juga punya peranan yang berbeda-beda, seperti ini:

  • Satelit Cuaca. Membantu ahli cuaca meramalkan cuaca atau melihat cuaca yang sekarang sedang terjadi, di belahan dunia manapun. Contoh yang paling bagus adalah The Geostationary Operational Enviromental Satellite (GOES), yang dipasangi kamera untuk mengambil gambar cuaca bumi, baik dari posisi geostationary atau orbit kutub.
  • Satelit Pemancar. Memancarkan sinyal televisi dari satu titik ke titik lain.
  • Satelit Ilmiah, seperti teleskop luar angkasa Hubble – ini favorit saya – yang melakukan berbagai misi khusus untuk mencari segala sesuatu di luar angkasa, mulai dari titik matahari hingga sinar gamma.
  • Satelit Navigasi membantu kapal dan pesawat bernavigasi, dan yang paling terkenal adalah satelit GPS NAVSTAR.
  • Satelit Observasi Bumi mengecek perubahan keadaan planet, mulai dari suhu, cuaca, hingga lapisan es.
  • Satelit Militer juga ada di atas sana, tapi informasi detail mengenai penggunan satelit ini super rahasia. Kemungkinan digunakan untuk merelay komunikasi yang terenkripsi, monitor nuklir, memperhatikan pergerakan lawan, dan segala hal yang berhubungan dengan pertahanan negara.
  • Yang terakhir ini yang mau saya bahas, Satelit Telekomunikasi. Dengan satelit ini, percakapan data, TV dan telepon bisa direlay melalui satelit. Salah satu hal yang paling penting dari satelit komunikasi adalah transponder, satelit biasanya memiliki ratusan atau ribuan transponder. Mungkin ada pernah dengar apa itu internet satelit? Kalau belum tahu silahkan dicek artikelnya.

Cara Kerja Satelit Komunikasi

sumber : qilat.id

sumber : qilat.id

Oke, jadi sebuah satelit komunikasi itu bekerja seperti stasiun relay: sinyal yang dipancarkan oleh stasiun di darat ditangkap melalui responder – antena penerima satelit, lalu sinyalnya disaring, frekuensinya diubah dan diperkuat, kemudian disalurkan melalui antena pemancar kembali ke bumi.

Dalam beberapa kasus, sinyalnya diproses dulu menggunakan komputer digital yang ada di satelit, misalnya pada satelit dengan misi sangat khusus seperti Inmarsat-4 atau Skynet 5. Tetapi, kebanyakan satelit itu ‘tembus pandang,’ dalam artian mereka memancarkan ulang sinyal tanpa mengubahnya – jadi peran mereka cuma mengantarkan sinyal tepat ke tujuan.

Lalu bagaimana cara sinyal berjalan sampai tujuan? Sinyal diantarkan oleh gelombang pembawa, dimodulasi oleh frekuensi, ketinggian, atau metode lain. Setiap sinyal memiliki frekuensi dan bandwithnya sendiri. Semakin besar bandwith, semakin banyak informasi yang dibawa oleh sinyal. Kalau ingin lebih jelas tentang bandwidth, silahkan anda baca apa itu bandwidth?

Untuk memancarkan sinyal dengan banyak informasi (suara + gambar + data), harus menggunakan sebuah pita frekuensi lebar. Media telekomunikasi modern menggunakan enam pita frekuensi, yang ditandai dengan huruf.

Tingkat transmisi data bergantung langsung pada bandwith yang digunakan untuk membawa sinyal, tidak bergantung dari gelombang pembawa yang sudah dimodulasi. Tapi, frekuensi lebih tinggi seperti pita frekuensi Ka, dapat lebih mudah mengakomodasi bandwidth besar, juga memancarkan lebih banyak informasi daripada pita frekuensi L, misalnya, dimana kurang tersedia bandwidth dan persaingannya lebih besar diantara para pengguna.

Lebih tinggi frekuensinya, lebih banyak pancaran yang dihasilkan dan bisa ditargetkan untuk sebuah ukuran antena tertentu: jadi, energi lebih terkonsentrasi dengan baik dan pita frekuensi spektral yang sama bisa digunakan kembali untuk zona (sel) yang tidak berdekatan.

Bingung ya banyak jenis pita frekuensi? Biar jelas, ini loh enam pita frekuensi yang digunakan satelit telekomunikasi modern:

  • Pita Frekuensi L. Jangkauan frekuensi pita ini adalah 1 hingga 2 GHz, dan biasanya dipakai untuk saluran telepon mobile dan transmisi data.
  • Pita Frekuensi S. Sama seperti pita frekuensi L, fungsinya juga untuk membantu kelancaran sistem telepon mobile dan transmisi data, tetapi jangkauan frekuensinya adalah 2 GHz hingga 3 GHz
  • Pita Frekuensi C. Dengan jangkauan frekuensi 3.4 GHz hingga 7 GHz, pita frekuensi ini dimanfaatkan untuk jasa telepon tetap, jasa penyiaran radio, dan jaringan bisnis.
  • Pita Frekuensi X. Nah, kalo yang ini agak serem, karena digunakan untuk komunikasi militer dan pemerintah, dan dienkripsi untuk alasan keamanan. Jangkauan pita frekuensi ini adalah 7 GHz hingga 8.4 GHz.
  • Pita Frekuensi Ku. Jangkauan frekuensi pita ini adalah 10.7 GHz hingga 18.1 GHz, dan digunakan untuk tingkat transmisi data yang tinggi, televisi, video conference, dan jaringan bisnis
  • Pita Frekuensi Ka. Sama seperti pita frekuensi sebelumnya, digunakan untuk transmisi data yang lebih cepat, siaran televisi, dan jaringan bisnis, tapi memakai jangkauan frekuensi 18.1 GHz hingga 31 GHz.

Setiap sistem pengguna diberikan bagian khusus – atau slot – dari keseluruhan pita frekuensi. Pita frekuensi diberikan berdasarkan garis panduan standar yang diatur oleh International Telecommunications Union (ITU), tergantung pada jasa yang akan disediakan, dan koordinasi antar operator harus dijaga supaya sinyal satelit tidak saling mengganggu.

Berputar Bersama Bumi: Orbit Geostationary

sumber : ekorahayu.com

sumber : ekorahayu.com

Tadi di atas kan sudah ada istilah ini, begini lebih jelasnya: kebanyakan satelit komunikasi diposisikan pada orbit geostationary, yaitu orbit berbentuk lingkaran yang adanya tepat di atas garis khatulistiwa.

Jadi kalau ada satelit yang diposisikan dalam lingkaran orbit geostationary, artinya satelit itu memiliki arah dan kecepatan yang sama dengan rotasi bumi, dan artinya satelit memiliki sebuah posisi yang relatif tetap dengan satu titik di bumi. Orbit geostationary tepatnya ada di ketinggian 35,784 km – jarak yang sama dengan enam kali radius bumi – dengan periode orbit 23 jam 56 menit.

Kok ga 24 jam aja sih, kan nanggung? Karena ada sedikit perbedaan antara waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi di sekitar porosnya dan panjang satu hari. Satu hari itu sedikit lebih panjang dari periode rotasi bumi, karena di waktu yang sama bumi juga mengorbit mengelilingi matahari kan, makanya ada 365 hari dalam setahun, tapi bumi memutari matahari sebanyak 366 kali. Itulah yang memberikan perbedaan empat menit antara ‘hari bintang’ dan ‘hari surya’

Karena alasan itu makanya orbit geostationary cocok banget untuk penggunaan komunikasi, karena antena di darat bisa selalu menunjuk ke atas, ke arah satelit, jadi tidak perlu dilengkapi peralatan tambahan untuk berputar mengikuti gerakan satelit. Contoh yang mungkin pernah anda lihat adalah parabola satelit rumahan, yang biasa dipakai untuk menerima sinyal televisi satelit, harus selalu diarahkan tepat pada satu titik di langit dimana satelit berada.

Setelah sudah mengerti cara kerjanya, anda juga perlu tahu kalau satelit telekomunikasi semakin bertambah peranannya sebagai sarana pendukung untuk:

  • Penggunaan telekomunikasi dan teknologi informasi untuk menyediakan layanan kesehatan dari jarak jauh, sangat berguna sekali untuk membantu saudara kita yang berada di area yang sulit dijangkau.
  • Tele-edukasi. Salah satu cara mendapatkan pendidikan tanpa harus pergi ke sekolah, karena siswa dapat menerima instruksi melalui internet.
  • Sistem Video Conference.

Memang ya, sistem satelit mobile, baik regional maupun global, telah berhasil menjadi penawar keinginan kita yang ingin selalu terkoneksi kapanpun dan dimana pun. Tapi yang paling penting, satelit telekomunikasi besar sekali jasanya sebagai pengganti infrastruktur telepon, jasa layanan kesehatan dan jasa lain bagi saudara kita yang tinggal di daerah yang sangat terpencil dan sulit dijangkau, terutama pada masa darurat atau bencana. Jadi, terima kasih satelit komunikasi, we love you!

(Visited 72 times, 1 visits today)

Leave a Reply