Upacara Adat Kenyah dan Pertunjukan Budaya KKSS Pada Pesta Budaya Irau Malinau 2014

Masih dalam rangkaian kegiatan HUT Kab. Malinau ke-15 dan Irau ke-8, dipertunjukkan Upacara Adat Kenyah dan pertunjukan dari Paguyuban KKSS (Keluarga Besar Sulawesi Selatan). Adat Kenyah merupakan salah satu dari sekian banyak Adat Dayak. Dari sejarahnya Suku Kenyah adalah suku Dayak yang termasuk rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Sarawak. Dari wilayah tersebut suku Kenyah memasuki Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara melalui sungai Iwan di Sarawak terpecah dua sebagian menuju daerah Apau Kayan yang sebelumnya ditempati suku Kayan dan sebagian yang lainnya menuju daerah Bahau.

Pergerakan suku ini menuju ke hilir akhirnya sampai ke daerah Mahakam dan akhirnya sebagian menetap di Kampung Pampang Samarinda Utara, Samarinda. Sebagian lagi bergerak ke hilir menuju Tanjung Palas. Suku Kenyah merupakan 2,4% penduduk Kutai Barat. Seni budaya suku Kenyah sangat halus dan menarik, sehingga ragam seni hias banyak dipakai pada bangunan-bangunan di Kalimantan Utara. Bukan Saja terdiri daripada seni ukiran tetapi tari-tariannya. Pada HUT Kab. Malinau dan Irau, prosesi Upacara Adat Kenyah diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan tarian pembuka. Setelah Bupati hadir dalam upacara Adat Kenyah, Bupati kemudian disambut dengan pemotongan babi sebagai tanda bahwa penghormatan kepada seorang pemimpin yang telah datang. Lembaga Adat Dayak Kenyah menganugerahkan nama kehormatan pada Bupati Yansen TP dan istri, Ny Ping Ding. Pemberian nama kehormatan dilakukan melalui upacara adat yang digelar dalam rangkaian Pesta Budaya Irau, Senin (20/10) di Alun-alun Kantor Bupati Malinau.

Dalam upacara ada yang dihadiri oleh Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Malinau, Jhonny Laing Impang dan pengurus, serta para kepala adat besar dan kepala adat kecamatan, Dr. Yansen TP, M.Si diberi nama Apui Lenjau sementara Ny Ping Ding diberi nama kehormatan, Bulan. Nama Apui Lenjau dan Bulan, bagi masyarakat Kenyah adalah dua nama yang memiliki nilai istimewa. Nama tersebut diberikan khusus sebagai penghargaan masyarakat Kenyah pada seseorang yang dipercaya dan diharapkan dapat membawa kemajuan serta kesejahteraan pada masyarakat. Dalam hal ini adalah Bupati Yansen TP selaku pemimpin daerah yang telah dan diharapkan akan terus memikirikan serta mempedulikan masyarakat Kenyah.

Upacara Adat Kenyah dan Pertunjukan Budaya KKSS Pada Pesta Budaya Irau Malinau 2014

Pemberian nama ditandai oleh ritual adat dan pemasangan baju kebesaran yang dilakukan oleh Kepala Adat Besar Bahau Hulu, Ibau Ala, yang juga anggota DPRD Malinau. “Pemberian nama tersebut sekaligus menjadikan Pak Bupati sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Kenyah,” terang Ibau Ala usai upacara.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Malinau Jhonny Laing Impang. Pemberian nama kehormatan, ungkapnya, merupa-kan tradisi-budaya masyarakat Kenyah yang biasa dilakukan terhadap orang yang berjasa dan diharapkan dapat memimpin mereka ke arah kemajuan. Harapan itulah yang ditegaskan Jhonny Laing Impang berada dibalik itu. “Masyarakat Kenyah mendukung pemerintah dalam menyukseskan berbagai agenda pembangunan. Sekaligus mengharapkan agar pemerintah juga terus mempe-dulikan kehidupan mereka terutama yang berada di pedalaman dan perbatasan,” ungkapnya.

Di pertunjukan KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) sendiri dimulai pada pukul 15.30 Wita bertempat dipanggung utama. KKSS merupakan gabungan dari beberapa suku yang berasal dari Sulawesi Selatan yaitu suku Bugis, Mandar, Toraja dan Makassar. KKSS mempersembahkan tari-rarian yang merupakan tari khas dari daerahnya. Tari yang ditampilkan dalam HUT Kab. Malinau dan Irau diantaranya tari Gandrang Bulo, tari Parraga, tari Mencang dan tari Kolosal yang merupakan gabungan dari suku-suku yang tergabung dalam KKSS. Dalam sambutannya Bupati Malinau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah ikut mensukseskan Gerdema (Gerakan Desa Membangun). KKSS merupakan satu dari sekian banyak paguyuban yang berada di Kab. Malinau ini dan saya berharap mari kita sama-sama bersatu membangun daerah kita ini agar semakin terdepan, maju dan sejahtera. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan kita ditak akan bisa memberikan yang terbaik untuk daerah ini. Semua orang berperan penting dalam tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran.

sumber : kodimmalinau.com

(Visited 579 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply