30 September 2016 Batas Akhir Rekam Data E-ktp Jika Tidak Akan Dinonaktifkan

image

Ayo Cek dompet Anda Sekarang! Apakah Anda sudah memiliki KTP elektronik (e-KTP), kartu tanda penduduk dengan chip kotak kecil berwarna kuning emas?

Jika belum, segera urus di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil terdekat! Jangan tunda-tunda lagi, karena akan sangat merepotkan Anda, jika tidak segera mengurusnya.

Tanpa e-KTP, berarti jumlah anak, menantu, dan cucu dalam sebuah keluarga tidak tercatat. Padahal ini, single identity program telah diluncurkan sejak 2011.

Ada 22 juta penduduk Indonesia, atau 12 persen dari 183 juta penduduk yang belum memiliki e-KTP. Baru sekitar 161 juta penduduk, atau 88 persennya yang sudah tercatat.

Apa sih risikonya jika tidak mengurus e-KTP?
Jika Anda akan mengurus surat-surat apapun, akan repot. E-KTP merupakan syarat administrasi dari semua kepengurusan surat. Demikian juga saat Anda mengurus berbagai macam kredit di bank, surat kelahiran, surat kematian, sertifikat tanah dan bangunan, boarding di pesawat, naik kereta api, dan check in di hotel.

Mengurusnya tidak sulit, kok, gratis pula. Tidak dipungut biaya apa-apa. Bila ingin mengurus e-KTP, ia mempersilakan warga untuk mendatangi Kantor Dinas Dukcapil, atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, di mana saja di seluruh Indonesia.

Jadi Semua sudah online, data-data sudah terkoneksi dengan server di pusat. Dengan teknologi, semua jauh lebih mudah, bahkan tidak harus membawa surat pengantar dari RT, RW, Kelurahan atau Desa dan Kecamatan lagi! Silakan, anda datang ke kantor capil hingga 30 September 2016. Cukup membawa foto kopi KK atau Kartu Keluarga.

Perekaman e-KTP merupakan tahapan penting. Ini merupakan prosedur baku yang wajib diikuti oleh penduduk untuk mendapatkan ketunggalan data. Kelak, semua pelayanan publik akan berbasis pada nomor induk kependudukan (NIK) dan e-KTP. Pastikan kita harus segera mengurusnya!

Baca Juga :   Hasil Perhitungan Versi KPU di Pilkada Kaltara Bisa diakses di https://pilkada2015.kpu.go.id/kaltaraprov

Cegah Kepemilikan KTP Ganda
Tujuan dari e-KTP sudah jelas. Pertama, untuk memperbarui database tentang identitas jati diri penduduk Indonesia, yang berlaku nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank, dan keperluan lainnya.

Selain itu, e-KTP juga bertujuan untuk mencegah kepemilikan KTP ganda atau KTP palsu. Dengan begitu, akurasi data penduduk sangat presisi dan berkualitas untuk kepentingan program pembangunan.

Jika masih ada data ganda, maka yang bersangkutan akan mengalami banyak problem dalam pelayanan administrasi publik, Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) akan sangat tegas, yaitu menonaktifkan data penduduk yang belum memiliki e-KTP hingga 30 September 2016.

Sikap tegas ini, harus diambil sebagai bentuk pembinaan kepada penduduk, agar sadar pada pentingnya dokumen kependudukan yang benar. Menurut Peraturan Presiden (Perpres) No 112 tahun 2013, KTP lama sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember 2014. Kemudian, mulai 1 Januari 2015, penduduk sudah harus memiliki e-KTP, yang diawali dengan input data atau perekaman.

Jadi pemerintah sudah memberikan sosialisasi dan pembinaan terus menerus hampir 2 tahun, dan ini dianggap sudah cukup.

Bila data penduduk yang belum merekam dinonaktifkan, maka akses penduduk akan tertutup untuk pelayanan publik, misalnya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ), pembukaan rekening bank, pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi), pembekuan kartu perdana, dan lainnya.

(Visited 3,969 times, 1 visits today)

Leave a Reply