Ajarkan Anak Soal Keanekaragaman Adat dengan Kreasi Kerajinan Tangan

Tinggal di negara yang penuh dengan keragaman suku, agama, dan budaya, penting untuk setiap orang tua mengenalkan perbedaan tersebut pada si kecil. Mengapa begitu? Pasalnya untuk hidup damai dan berdampingan, tentu saja dibutuhkan toleransi tinggi antara satu dengan yang lainnya. Nah, ketika si kecil mengenal keanekaragaman adat sejak usia dini, akan lebih mudah untuk ia menerima dan menghargai perbedaan tersebut.

 

Menurut hasil riset dari Organisasi National Crime Prevention Council (NCPC), mengenalkan anak akan perbedaan dapat dilakukan melalui berbagai cara menyenangkan, salah satunya dengan mengajak si kecil membuat kreasi kerajinan tangan yang menonjolkan suatu ciri khas dari adat tertentu. Selain mengajarkan soal keanekaragaman adat, membuat kerajinan tangan juga dapat meningkatkan kreativitas serta motorik halus si kecil, lho.

 

Tertarik untuk mengajarkan si kecil soal keanekaragaman adat dengan cara sederhana dan menyenangkan ini? Yuk, simak kumpulan kerajinan tangan yang bisa dibuat si kecil bersama Ibu!

1. Wayang dari Kertas HVS

(gambar: blogspot.com)

Membuat kerajinan tangan wayang dengan bahan baku kertas HVS dapat mengajarkan si kecil soal adat khas Jawa, khusunya untuk anak berusia 3 tahun ke atas. Selain membutuhkan bahan-bahan yang sederhana dan murah, cara membuatnya pun sangat mudah, lho!

 

Siapkan: Kertas HVS, pen, spidol warna-warni, gunting, sumpit, benang atau tali rafia, jarum, dan cat air.

 

  1. Menggambar Pola Wayang
    Gambarlah wayang yang diinginkan pada kertas HVS. Jika kesulitan mencari gambar wayang, Anda bisa fotocopy kemudian dijiplak. Lebih praktis lagi jika gambar wayang tersbeut dicetak.
  2. Mewarnai Wayang
    Setelah selesai menggambar, warnai gambar wayang dengan spidol warna atau cat air.
  3. Melaminating
    Setelah gambar diwarnai, laminating yang kuat agar saat dipotong tidak lepas. Untuk laminating, Anda bisa minta tolong pada jasa tempat fotocopy.
  4. Menggunting
    Setelah dilaminating, Ibu bisa menggunting gambar wayang sesuai dengan bentuk atau pola dengan gunting.
  5. Memasang Engsel Tangan
    Lubangilah masing-masing pundak wayang dan ujung-ujung tangan dengan jarum. Kemudian, gabungkanlah dengan benang yang dirangkap atau rafia yang menyerupai engsel sehingga tangan wayang dapat digerakkan.
  6. Memasang Gapit
    Tangkai kreasi wayang ini bisa terbuat dari bambu, rotan, sumpit, tusuk sate dan lain-lain. Pemasangan tongkat dapat menggunakan benang, rafia, lem, dan selotip.
Baca Juga :   Video post format with youtube posting

 

  • Durasi: 30 menit.
  • Tingkat kesulitan: Sulit.
  • Umur: 3 tahun ke atas.

2. Kipas Khas Budaya China

(gambar: storage.googleapis.com)

 

Beberapa bulan lalu, masyarakat Indonesia baru saja merayakan Imlek. Nah, mungkin si kecil masih bingung dengan adat khas China tersebut. Untuk itu, mari kenalkan adat China pada si Kecil dengan membuat kerajinan tangan ini!

 

Siapkan: Kertas karton warna merah, stik kayu, karet, lem, dan spidol warna-warni.

(Sumber gambar: storage.googleapis.com)

 

  1. Hiasi Kertas Karton
    Ajak si kecil untuk menghias kertas karton warna merah menggunakan spidol. Ibu juga bisa memasang pernak-pernik seperti mote dan gliter.
  2. Lipat Kertas Karton
    Lipat secara bergantian kertas karton hingga membentuk kipas atau seperti gambar di atas.
  3. Tempel Stik Kayu
    Langkah selanjutnya, tempelkan stik kayu pada sisi kiri dan kanan kertas karton yang telah dilipat tersebut.
  4. Gabungkan
    Kemudian, gabungkan kedua stik kayu tersebut dengan mengikatnya menggunakan karet.

 

  • Durasi: 10 menit.
  • Tingkat kesulitan: Mudah.
  • Umur: 2 tahun ke atas.

 

Bu, mengajarkan perbedaan adat dapat dilakukan dengan cara sederhana, kok. Contohnya, adalah dua kerajinan tangan di atas yang dapat membuat si kecil lebih mudah mengerti soal keanekaragaman budaya. Pastikan dalam proses belajar tersebut, Ibu juga menjelaskan informasi sederhana soal adat tersebut ya. Mari dukung si kecil untuk menghargai perbedaan budaya dengan proses belajar yang menyenangkan.

(Visited 89 times, 1 visits today)

Leave a Reply