Apa Perbedaan Jamsostek Dengan BPJS Ketenagakerjaan ?

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah beroperasi sejak 1 Juli 2015 lalu. BJPS Ketenagakerjaan sendiri merupakan program yang memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi dengan mekanisme asuransi sosial.

Sebelum program ini muncul, para pekerja di Indonesia menggunakan program yang namanya Jamsostek. Lalu, apa sebenarnya perbedaan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan Jamsostek?

Ada banyak hal perbedaannya, diantaranya adalah dari sisi kepesertaan. Dulu saat Jamsostek, yang wajib ikut itu hanya untuk pekerja formal. Tetapi dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, wajib untuk seluruh pekerja baik formal maupun non formal.

Salah satu perbedaan lainnya adalah BPJS Ketenagakerjaan memiliki program baru dibandingkan dengan Jamsostek. Yakni program Jaminan Pensiun (JP).

Jadi program (BPJS Ketenagakerjaan) ada empat, ada Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun.

Besaran iuran dan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan juga berbeda dengan Jamsostek. Salah satunya adalah biaya perawatan kecelakaan kerja. Jika sebelumnya ditetapkan biaya maksimal perawatan sebesar Rp 20 juta, kini tidak ada batas maksimal besaran biaya perawatan alias dibayar hingga sembuh.

Kemudian, yang paling mendasar adalah, BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang langsung di bawah naungan Presiden. Sedangkan, saat Jamsostek penyelenggaranya merupakan Perseroan atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jadi kalau dulu Jamsostek itu Perseroan, mereka mencari untung. Sedangkan saat ini tidak, BPJS Ketenagakerjaan benar-benar untuk melayani masyarakat. Jadi dari segi program, layanan, badan hukum, cakupan kepesertaannya berbeda. Jadi lebih luas dan lebih kuat.

(Visited 56 times, 4 visits today)
Baca Juga :   ​Investasi Yang Bagus Emas Atau Reksadana
Tags:

Leave a Reply