Apa Saja Tantangan Saat Anda Menikah Muda

Makhluk hidup adalah makhluk yang diciptakan secara berpasang- pasangan oleh Sang Pencipta. Karena itulah mereka bisa saling melindungi dan saling menjaga. Begitu juga dengan manusia. Menikah selain untuk melindungi dan saling menjaga, manusia menikah juga untuk saling berkasih sayang dan meneruskan garis keturunan.

Selain sebagai ajang berkasih sayang, menikah juga ternyata dapat mempengaruhi psikologis pasangan yang menikah. Seperti yang awalnya adalah sosok yang bebas, kini setelah menikah dan memiliki ikatan dengan pasangannya, kebebasan itu berganti menjadi sebuah tanggung jawab. Namun walaupun seperti itu, nyatanya keinginan untuk menikah muda bagi banyak pasangan muda tidaklah surut. Karena semakin banyak saja pasangan- pasangan yang menikah diusia muda mereka.

Tapi walaupun begitu, bukan berarti tidak ada tantangan yang harus dihadapi oleh pasangan yang menikah muda. Apa saja tantangan itu, berikut poin- poinnya:

 

  1. Siapkah pasangan muda menjadi orang tua?

Seperti disampaikan diatas, masa muda adalah masa dimana kebebasan adalah hal yang sangat dinanti. Karena dengan kebebasan, kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Namun ketika menikah, tentu saja porsi dari kebebasan itu akan berkurang dan berganti menjadi tanggung jawab yang baru. Seperti misalnya ketika pasangan kita sakit ataupun ketika sudah memiliki anak.

Anak adalah kebanggan bagi orang tua. Itulah kenapa orang tua selalu membanggakan anak- anak mereka. Tapi memiliki anak diusia muda tentu adalah sebuah tantangan tersendiri bagi mereka yang menikah muda. Siapkah mereka menjadi orang tua pada saat anak mereka sakit, rewel, membangunkan mereka setiap malam dari tidur, atau sekedar mengganti popok mereka?

 

  1. Peluang konflik

Menikah adalah kehidupan yang baru bagi mereka yang menikah. Dan kehidupan baru berarti permasalahan baru. Ketika kita belum menikah, biasanya masalah yang datang selalu bisa kita selesaikan seorang diri. Tapi ketika sudah menikah, masalah yang datang haruslah diselesaikan berdua. Pada penyelesaian masalah inilah biasanya akan tumbuh konflik yang berdasarkan kepada ego masing- masing. Tidak sedikit pasangan muda yang tidak tahan dengan pasangan mereka setelah tahu seperti apa ego mereka sebenarnya.

Baca Juga :   Batik Air Buka Rute Penerbangan Jakarta-Tarakan Kaltara

 

  1. Rutinitas baru

Kehidupan baru selain menyajikan konfik serta permasalahan baru, juga menyajikan rutinitas yang baru. Seorang wanita tidak bisa lagi bangun siang dari tidurnya setelah menjadi seorang istri. Dia harus bangun lebih dahulu dari suami untuk menyiapkan segala hal yang diperlukan suaminya untuk berangkat bekerja. Begitu juga dengan seorang laki- laki yang sudah menjadi suami yang memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi.

 

  1. Kewajiban sosial baru

Menikah muda juga tentang kewajiban sosial baru. Karena pasangan yang menikah muda dianggap sudah dewasa dan bisa menyelesaikan permasalahan sosial mereka. Seperti misalnya mengurus administrasi kependudukan, bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, ataupun mengurus hal- hal sosial lainnya.

 

  1. Karir

Masa muda adalah masa dimana karir adalah hal yang harus dibangun dan dimiliki. Itulah kenapa banyak orang memilih untuk menikah ketika karir yang mereka miliki sudah cukup. Dan ketika menikah muda, tentu saja akan mempengaruhi fokus kita pada pembangunan karir itu.

 

Itulah beberapa tantangan yang akan didapatkan jika kita menikah muda. Terima kasih. Semoga bermanfaat.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply