Asuransi Pertanian, Cukup Bayar Rp 30 Ribu, Petani Dapat Asuransi Rp 6 Juta

Pemerintah telah meluncurkan asuransi pertanian dalam paket kebijakan ekonomi jilid III. Dengan asuransi pertanian ini, petani hanya membayar premi Rp 30 ribu, dan mendapatkan uang pertanggungan asuransi hingga Rp 6 juta.

‎Meski asuransi pertanian ini baru dikenalkan dalam paket kebijakan jilid III, programnya sudah berjalan sejak minggu lalu. Adanya asuransi pertanian ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di indonesia.

Asuransi pertanian yang dinamakan Asuransi Usaha Tani Padi ini telah disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp 150 miliar yang dialokasikan untuk pembayaran premi. Dengan besaran premi tersebut, diperkirakan mampu menangguhkan luas lahan mencapai 1 juta hektare.

Jadi preminya memang sebesar Rp 180 ribu di mana Rp 150 ribu dibayar oleh pemerintah dan sisanya Rp 30 ribu dibayar oleh para petani. Dengan premi itu, petani sudah dapat pertanggungan sebesar Rp 6 juta.

Jumlah nilai uang pertanggungan (UP) tersebut bukan tanpa alasan. Nilai UP Rp 6 juta adalah rata-rata nilai tanam yang dilakukan para petani di Indonesia.

Hanya saja ‎asuransi petani ini tidak bisa didapatkan secara individu oleh para petani, melainkan harus melalui Kelompok Tani (Poktan) dengan cara pengajuan. Sedangkan objek pertanggungan adalah lahan sawah yang digarap para petani anggota Kelompok Tani.

Nantinya setiap Kelompok Tani akan mendapatkan satu polis asuransi dan ikhtisar polis yang memuat data penutupan. Adapun jangka waktu asuransi, yaitu satu musim tanam atau selama empat bulan, dimulai sejak tanam hingga panen tiba.

Dengan pengambil alihan risiko itu maka para petani akan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan kegiatan pertaniannya melalui kesempatan pembiayaan sektor keuangan.

(Visited 188 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Cara Memilih Asuransi Kebakaran Terbaik

Leave a Reply