Bagaimana Cara Klaim Asuransi kita Supaya 100 % di Setujui Part 2

tapro syariah

Kita akan lanjutkan pembahasan “bagaimana klaim kita 100 % di approve”.

Pertanyaan saya dulu saat awal berkarir di asuransi adalah “ mengapa proses seleksinya cukup ribet , tidak semudah saat membuka akun di bank”.
Didalam asuransi ada istilah “ beli uang besar perusahaan asuransi dengan uang kecil kita”. Maksudnya begini, misalkan
Ada bp X membayar premi Rp 1 juta/bulan dengan manfaat perlindungan santunan jiwa sebesar Rp 1.5 Milyar. Setelah 1 bulan menjadi nasabah, bp x meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya.
Pertanyaan saya adalah Apakah uang Rp 1.5 milar ini miliki nasabah ? sementara almarhum baru bayar premi 1 bulan (Rp 1 juta).
Uang Rp 1.5 miliar ini adalah uang perusahaan asuransi sebagai bentuk manfaat perlindungan.

Sementara uang Rp 1juta adalah uang nasabah.

Makanya dalam prinsip manajemen risiko, risk transfer (transfer risiko) dianut oleh perusahaan asuransi. Biaya risiko yang dialami nasabah, digantikan oleh pihak asuransi.

Menurut anda, apakah wajar jika perusahaan asuransi melakukan seleksi yang cukup ketat ini ? Menurut saya sangat wajar, karena biaya yang digantikan oleh perusahaan bisa beratus-ratus kali lipat dari premi yang disetorkan.

Polis asuransi seperti akad jual beli, dimana ada ketentuan antara nasabah dan perusahaan asuransi.

Hak sebagai nasabah adalah mendapatkan manfaat sesuai yang ditandatangai/sepakati
Kewajiban nasabah adalah membayar premi untuk dikeola perusahaan asuransi
Hak sebagai perusahaan asuransi adalah mendapatkan premi untuk dikelola
Kewajiban sebagai perusahaan asuransi adalah membayarkan santunan sesuai manfaat yang disepakati.

Jika kita memahami prinsip dasar ini, kita akan mudah tindakan apa saja yang harus dilakukan agar klaim 100 % diterima.
Kita ambil kasus nyata.

Banyak calon nasabah dipusingkan dengan pemberitaan media yang klaimnya ditolak sehingga ragu-ragu untuk mendaftarkan diri sebagai nasabah, menurut saya ini sangat wajar. Tentunya orang membeli asuransi agar klaimnya cair.
Namun kita harus berpikir bahwa pola perilaku manusia adalah

Baca Juga :   Memilih Asuransi Kesehatan Berbasis Investasi Atau Asuransi Murni?

Akan mempublikasikan keluhannya jika merasa dirugikan, namun akan berdiam diri saat mendapatkan keuntungan  (dalam kasus apapun, tidak hanya asuransi).

Prudential sendiri membayar klaim di tahun 2014 sebesar Rp 9.4 triliun (bisa cari di media nasional seperti detik.com, beritasatu.com, tribunews dsb)

Lantas ratusan masyrakat yang menerima manfaat santunan tersebut kemana ? mengapa tidak mempublish ke media (ingat, pola perilaku manusia yang sudah saya jelaskan hehe)

Kalau perusahaan asuransi menipu nasabah, tentunya perusahaan asuransi akan ditutup dan dipenjarakan dari dulu loh karena negara kita adalah negara hukum.

Saran kami adalah carilah informasi dari media terpercaya dan melihat akar permasalahan secara mendalam. Sangat disayangkan bukan, seharusnya asuransi membantu kita dikala musibah, namun semua lewat begitu saja karena kekhawatiran kita sehingga kita menolak asuransi.

Saya akan lanjutkan pembahasan ini dilain kesempatan dengan tema “syarat mutlak saat mengajukan klaim asuransi”

Semoga informasi ini bermanfaat ya saudaraku

(Visited 176 times, 1 visits today)

Leave a Reply