Bank Mandiri Akan Sinergikan Semua Transaksi Non-Tunai dengan E-Banking

images-2

 

PT Mandiri (Persero) Tbk berencana akan mensinergikan layanan e-banking. Rencana ini muncul agar masyarakat dapat lebih efisien menggunakan semua transaksi non tunai.

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Nafas mengatakan, rencana ini ditargetkan akan terealisasi pada tahun ini. Diharapkan, masyarakat akan semakin tertarik untuk menggunakan transaksi non tunai berkat rencana sinergi layanan ini.

Kita sedang coba akan merubah internet banking kita akan lebur jadi satu. Very soon bulan, depan tahun ini, dalam satu platform baru. Jadi kita masih menunggu itu,” ujarnya.

Saat ini, aplikasi tersebut masih berada dalam tahap uji coba. Rohan memastikan, nantinya hanya terdapat satu aplikasi untuk berbagai layanan.

Jadi semua transaksi non tunai akan digabung. Jadi aplikasinya enggak ada mobile banking mandiri, e-cash mandiri, Mandiri e-money, nantinya ada di suatu platform, namun belum bisa dilaunching karena masih tahap uji coba.

Semoga ada aplikasi baru yang bisa membuat nasabah nyaman dan tidak terlalu banyak aplikasi.
Targetkan Kartu Debit Terintegrasi dengan E-Money

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana untuk menerbitkan kartu multifungsi untuk mendukung penggunaan transaksi non-tunai. Rencananya, kartu ini dapat digunakan sebagai kartu debit sekaligus sebagai e-money.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Nafas mengatakan, rencana ini juga seiring dengan rencana Bank Indonesia (BI) yang akan menaikkan batas minimum dana di e-money dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta. Dengan semakin besarnya limit ini, maka masyarakat nantinya akan diberikan kemudahan dengan hanya menggenggam satu kartu untuk transaksi non-tunai ataupun penarikan uang tunai.

“Itu juga jawabannya aplikasinya kalau satu platform dia bisa jadi satu sama kartu debetnya nanti. ATM, gabung sama debit, gabung lagi sama e-money. Jadi ada chip-nya.

Baca Juga :   Program KIP Plus Dan BNI Simpel Sekarang Eranya Uang Digital

Namun, kartu ini belum dapat diintegrasikan dengan kartu kredit. Penyebabnya, kartu kredit memang harus terpisah dan tak boleh terintegrasi dengan layanan apapun.

“Itu harus ada izin, yang pasti belum boleh izinnya debet sama kredit belum boleh satu,” imbuhnya.

Namun, belum dipastikan kapan rencana ini akan terealisasi. Menurutnya, integrasi kartu ini masih harus melihat kebutuhan mobile banking bagi masyarakat umum.

“Belum (tahu kapan akan direalisasikan), karena kebutuhannya mobile banking sama internet banking jadi satu platform. Sedangkan untuk (penerbitan kartu bagi) ritel kita belum banyak karena itu tergantung di aplikasi dimana merchant itu ada juga nantinya,” tutupnya

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply