Beginilah Risiko Kesehatan Jika Memakan Daging Anjing

Makanan dari bahan daging anjing belakangan ini makin marak terjadi. Warung-warung yang menjual menu tersebut sudah tidak malu-malu lagi menggelar dagangannya. Bagi umat muslim, daging anjing adalah salah satu makanan yang diharamkan. Oleh sebab itu, biasanya para penggemar daging anjing ini adalah mereka dari kalangan tertentu.

Namun perlu Anda ketahui, bahwa mengkonsumsi makanan ini tidak sesehat makan daging pada umumnya. Dibandingkan dengan daging ayam, bebek, atau sapi, makanan yang dibuat dari daging anjing lebih berisiko terhadap kesehatan.
Berikut adalah beberapa risikonya:

Tertular rabies. Rabies sering ditularkan melalui hewan anjing. Meskipun sudah digalakkan dengan program vaksinasi, penyebaran rabies tidak begitu saja mudah dihentikan. Di Filipina, ada 10 ribu anjing dan 300 orang yang meregang nyawa setelah kena rabies. Dan, mengonsumsi daging anjing menjadi salah satu cara bibit penyakit rabies masuk tubuh.

Tubuh menjadi kebal terhadap obat antibiotik. Sebagian anjing yang dipakai untuk membuat menu makanan telah menjalani suntikan antibiotic dan vaksin secara berlebihan. Ini justru membahayakan. Saat daging anjing masuk tubuh, maka menjadikan sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan. Tubuh menjadi kaya dengan antibiotik. Saat tubuh terpapar penyakit yang dipicu bakteri, maka sulit sembuh lantaran obat-obatan  antibiotik sudah tidak mampu melawan.

Mudah terserang penyakit dari penyebab bakteri yang masuk. Dalam tubuh anjing penuh dengan berbagai jenis bakteri seperti anthrax, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis.  Risiko terkontaminasi berbagai bakteri tersebut saat mengonsumsi daging anjing, naik hingga 20 kali lipat. Kejadian di Vietnam waktu lampau terungkap, banyak ditemukan wabah kolera lantaran masyarakat makan daging anjing

(Visited 160 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Cara Mengecek Total Iuran Tagihan BPJS Kesehatan via SMS

Leave a Reply