Benarkah Puasa di Desa Wekan Oman Hanya Tiga Jam?

image

Desa Wakan yang terletak di Oman menjadi buah bibir masyarakat muslim dunia terutama pada bulan Ramadan. Wilayah yang terletak pada ketinggian dua ribu meter di atas permukaan laut Wadi Mustal, wilayah Nakhal, provinsi Al-Batinah selatan itu memiliki waktu terbit dan tenggelam matahari yang berbeda dengan kawasan-kawasan di Timur Tengah lainnya.

Terletak 150 kilometer dari ibukota Muskat, Desa Wakan memiliki suhu panas yang tidak terlalu menyengat. Suhu desa ini berubah menjadi sangat dingin saat musim dingin. Penyebabnya, matahari di wilayah Wakan baru akan terbit pada pukul 11 siang dan tenggelam pada pukul sekitar 02.30 siang waktu Oman.

Fenomena ini menjadikan siang hari di wilayah Wakan hanya berlangsung sekitar tiga jam setengah akibat perbedaan jadwal terbit dan tenggelam matahari di kawasan ini, meskipun memiliki zona waktu yang sama dengan wilayah lainnya di Oman.

Benarkah demikian?

“Pemegang Rekor” Puasa Terlambat dan Tercepat

Perbincangan mengenai ‘rekor’ Desa Wakan terjadi karena sejauh ini, bukan Oman yang ‘memegang rekor’ durasi puasa tercepat. Negara-negara Skandinavia seperti Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, dan Islandia memiliki waktu puasa terpanjang. Durasi puasa mereka ialah sekitar 20 hingga 22 jam. Di sana, sahur berlangsung pada pukul dua pagi dan waktu berbuka puasa biasanya datang pada tengah malam karena matahari yang tenggelam pada waktu tersebut.

Sebaliknya, Chile dan Argentina adalah dua negara pemegang rekor puasa tercepat. Di kedua negara, muslim berpuasa selama sembilan jam.

Bila melihat peta dunia, Oman terletak dalam garis lintang yang sama dengan Arab Saudi dan Sudan. Waktu berpuasa Arab Saudi adalah 14,51 jam. Artinya, berdasarkan letak geografis, Oman yang sejajar dengan Arab Saudi seharusnya memiliki durasi puasa yang kurang lebih sama dengan Arab Saudi.

Baca Juga :   Kumpulan Cerita Lucu Mukidi Yang Lagi Heboh Di Sosmed Bagian 4

Jadi, benarkah penduduk Oman, terutama Desa Wakan, hanya berpuasa selama tiga jam atau sebenarnya sama dengan Arab Saudi? Jawaban dari otoritas Oman perlu disimak.

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama (the Ministry of Endowments and Religious Affairs/MERA) Oman memberikan klarifikasi atas hal ini. Pernyataannya dikutip oleh Times of Oman.

“This is not possible. Even if it is difficult to see the sun in some mountainous areas, it doesn’t mean that the sun has not risen” an official at the Ministry of Endowments and Religious Affairs (MERA) told the Times of Oman.

(Hal ini tidak mungkin. Bahkan meskipun sulit melihat matahari pada beberapa area pegunungan, bukan berarti matahari tidak bersinar.)

Nah, sekarang Anda telah mengetahui kebenarannya bukan?

(Visited 9 times, 1 visits today)

One Response

  1. author

    NzrHmk1 year ago

    TEU PUGUH BERITATAEH

    Reply

Leave a Reply