BRIsat : Satelit Bank Pertama di Dunia Milik Bank BRI

Satelit-BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) segera mencatatkan rekor sebagai bank pertama di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit telekomunikasi. Satelit itu akan diluncurkan oleh Arianespace di Guyana Space Center, Kourou, Guyana Prancis, pada Jumat, 18 Juni 2016 pukul 17.30 waktu setempat.

BRIsat, yang menelan investasi Rp 3,375 triliun, akan mengorbit di langit Papua menggantikan satelit milik Indosat, yang sudah kedaluwarsa. BRI mengklaim BRIsat bisa meminimalkan gangguan jaringan pada 11 ribu kantor cabangnya. Sebanyak 53 karyawan didapuk menjadi operator satelit buatan Space System Loral Amerika Serikat ini.

Manajemen BRI mengklaim BRIsat bisa menghemat beban operasi hingga 40 persen atau sekitar Rp 200 miliar. Selama ini, BRI menyewa satelit berkapasitas 23 transponder dari pihak lain dengan biaya Rp 500 miliar per tahun. BRIsat, yang memiliki 45 transponder, juga akan dimanfaatkan empat instansi pemerintah yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mengapa BRIsat?
Dengan adanya BRIsat, BRI jadi memiliki tambahan kapasitas komunikasi untuk operasionalnya. BRI bisa memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan perbankannya.

BRIsat membuat BRI mampu menjangkau yang tidak terjangkau, misalnya masyarakat yang berada di pedalaman dan pulau terluar. Dengan semakin terbukanya akses keuangan, maka BRI turut berkontribusi dalam menyukseskan program inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah.

Peluncuran BRIsat juga merupakan langkah pemanfaatan orbit 150,5 BT yang sempat kosong. Dengan beroperasinya BRIsat di orbit tersebut, berarti orbit 150,5 BT berhasil diamankan karean tetap diisi oleh satelit milik Indonesia.

Spesifikasi BRIsat
Jenis : satelit telekomunikasi
Produsen : Space Systems Loral
Massa : 3.540 kilogram (at liftoff)
Stabilisasi : 3 kutub (axis)
Dimensi : 5,6 meter x 3,5 meter x 3,1 meter
Platform : SSL 1300
Transponder : 9 Ku-band dan 36 C-band
Daya : 9,5 kilowatt
Umur pakai : lebih dari 15 tahun
Posisi orbit : 150,5 bujur timur
Jangkauan layanan : Indonesia, Asia Tenggara, dan Asia Timur

Baca Juga :   Apa Sih Perbedaan Visa, MasterCard dan JCB ?

Fasilitas BRIsat
A. Untuk UMKM di Pasar
BRI bekerjasama dengan nasabahnya yaitu merchant di pasar-pasar melalui Teras Pasar BRI. BRIsat terhubung ke darat melalui VSAT dan berfungsi sebagai Wi-Fi Hotspot serta LAN.

Wi-Fi Hotspot dari BRIsat digunakan untuk mendukung jalannya sistem pembayaran terintegrasi seperti: LAS Mobile Wi-Fi, EDC Wi-Fi, Pos Wi-Fi dan situs BRIlink.

Wi-Fi Hotspot ini memberikan akses internet gratis bagi merchant maupun nasabah di Teras Pasar BRI. Sementara itu koneksi LAN berfungsi untuk menyediakan layanan BRI Vision (siaran TV terbatas BRI untuk penyuluhan UMKM dan pemasaran produk BRI)

B. Untuk Teras Mobile BRIsat dan Internal Wi-Fi
BRIsat akan sangat membantu operasional Teras Keliling, Teras Kapal dan E-Buzz (ATM). Teras Keliling dan Teras Kapal merupakan layanan perbankan BRI untuk nasabah-nasabah di pelosok serta pulau terluar Indonesia.

Wi-Fi Hotspot dari BRIsat digunakan untuk mendukung jalannya sistem pembayaran terintegrasi seperti: LAS Mobile Wi-Fi, EDC Wi-Fi, Pos Wi-Fi dan situs BRIlink.

Wi-Fi Hotspot ini memberikan akses internet gratis bagi merchant maupun nasabah di Teras Pasar BRI. Sementara itu koneksi LAN berfungsi untuk menyediakan layanan BRI Vision (siaran TV terbatas BRI untuk penyuluhan UMKM dan pemasaran produk BRI)

BRIlink
BRIlink Statistik

BRIlink Fasilitas

Pertumbuhan Jumlah Agen
Jun 2015: 32.483
Sep 2015: 35.955
Des 2015: 50.259
Pertumbuhan Jumlah Transaksi (dalam juta kali)
Jun 2015: 6.77
Sep 2015: 13.17
Des 2015: 23.60
Pertumbuhan Volume Transaksi (dalam Rp triliun)
Jun 2015: 10.37
Sep 2015: 20.36
Des 2015: 35.85
Porsi Distribusi Berdasarkan Agen (dalam persen)
Sumatera: 22
Jawa: 57
Indonesia Tengah dan Timur: 21
Porsi Distribusi Berdasarkan Jumlah Transaksi (dalam persen)
Sumatera: 29,7
Jawa: 46,5
Indonesia Tengah dan Timur: 23,8
Pertumbuhan Jumlah Agen
Sumatera: 42,2
Jawa: 33,5
Indonesia Tengah dan Timur: 24,3

Baca Juga :   Pengalaman Buka Usaha Payment Online atau PPOB Yang Awalnya Hanya Iseng Saja

 

 

(Visited 817 times, 3 visits today)

Leave a Reply