Memilih pinjaman online tidak boleh sembarangan begitu saja. Harus teliti sejak awal agar terhindar dari penipuan atau terjebak dalam permainan mereka. Harus diakui, keberadaan Fintech sangat menguntungkan bagi masyarakat.

Di mana kebutuhan akan dana segar saat ini sangat mendesak. Sementara, untuk mengajukan pinjaman ke Bank sangat sulit dengan berbagai persyaratan. Terutama soal BI Checking jadi persyaratan utamanya.

Kenyataan inilah yang menjadi dasar mengapa Finansial Technology saat ini mulai tumbuh dan berkembang. Bahkan, jumlahnya sangat banyak hampir ribuan tersedia di Google playstore. Apakah semuanya aman?

Tidak, kenyataan tersebut dilengkapi dengan berbagai berita mengenai pemblokiran situs berjumlah ratusan oleh OJK. Poin pentingnya jangan sampai termakan oleh iklan. Bagaimana cara memilihnya, coba simak penjelasannya di bawah ini!

Memilih Pinjaman Online yang Transparan

Zaman sekarang, jejak digital bisa dijadikan sebagai sebuah bukti otentik di mana seseorang dapat mengaksesnya dengan mudah. Oleh karena itu, alasan klasik seperti jangkauan jauh harusnya bisa dihindarkan.

Dari fakta tersebut tidak salah bila setiap fintech wajib memberikan transparansi sejak awal. Misalnya, meminjam uang Rp100 ribu. Berapa tenor sekaligus bunga dan cicilan yang harus dibayar.

Setiap tanggal berapa jatuh tempo, bila terlambat hukuman apa yang diberikan. Apakah dengan penalti sehingga, membayar biaya keterlambatan. Jika, iya berapa persen semua harus dijelaskan dan sudah tertera dalam website.

Jadi, setiap orang bisa melakukan perhitungan serta mempelajarinya lebih lanjut. Beberapa memang tidak menyediakannya tetapi, menghadirkan Customer service untuk membantu kebutuhan nasabah tersebut. Memilih pinjaman online harus mudah syaratnya.

Biasanya yang terpercaya hanya perlu foto diri serta KTP saja. beberapa fintech bahkan, wajib menyertakan nomor rekening listrik dan lain sebagainya. Hati-hati hal tersebut bisa juga disalah gunakan.

Terutama untuk keperluan yang membuat mereka jauh lebih untung dibandingkan sebelumnya. Perihal demikian jangan pernah mencobanya, bisa saja semua data dipermainkan jatuhnya, Anda akan mengalami kerepotan.

Perlu diingat, tidak ada fintech menawarkan bunga sangat rendah kepada nasabahnya untuk pertama kali. Bila sudah langganan dan kredit yang dilakukan selalu rutin pembayarannya bisa jadi fasilitas itu diberikan.

Memilih Pinjaman Online Berdasarkan OJK

Sebelum melakukan registrasi tidak ada salahnya kalau Anda pergi dulu ke situs OJK. Coba lihat mana saja yang direkomendasikan. Baru, coba untuk registrasi, hal ini biasanya jauh lebih aman.

OJK sendiri merupakan otoritas tertinggi soal keuangan di mana mereka mengawasi seluruh kegiatan transaksi. Dari fakta tersebut sudah bisa dipastikan, pihak fintech berpegang teguh pada aturan mereka.

Di mana, selalu berpihak kepada konsumen jadi, kesempatan berbuat nakal sangat kecil bahkan, tidak mungkin. Selanjutnya, pilihlah Fintech dengan sistem pencairan mudah. setidaknya setelah semua syarat terpenuhi.

Pencairannya paling lambat 1×24 jam. Dengan begini menunjukkan bahwa, mereka profesional walaupun, banyak nasabah sedang mengajukan pinjaman juga. Kekuatan jaringannya sangat bagus, hal ini menunjukkan keuangan mereka sehat.

Karena, pemeliharaan website tidak murah. Fintech nakal biasanya, memanfaatkan hal ini untuk mencari keuntungan. Misalnya, uang sudah masuk tapi saat ingin bayar server eror dan catatan mereka belum mendapat pembayaran.

Walaupun, angkanya hanya satu kali angsuran. Namun, praktik seperti ini tidak diperbolehkan karena, merugikan konsumen. Poin terakhir agar tidak tertipu adalah lihat rekomendasi dari lainnya. Jangan pilih bila rekomendasinya sedikit.

Misalnya hanya ada 2 atau 3. bisa jadi, mereka merekomendasikan sendiri melalui akun orang lain atau membuat baru. Memilih pinjaman online untuk kebutuhan memang tidak mudah jadi, perhatikan dengan detail.

(Visited 6 times, 1 visits today)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini