Digibank, Aktivitas Perbankan Kini Cukup Lewat Gadget Smartphone Anda

Kemacetan ibu kota kerap membuat kita malas bepergian, termasuk untuk mengurus soal perbankan. Belum lagi jika harus mengantre lama di teller pada jam-jam sibuk. Sekarang ini kehadiran aplikasi dari perbankan yang mempermudah bertransaksi tanpa nasabah harus datang ke kantor cabang bank bersangkutan, menjadi solusi yang memberi kenyamanan bertransaksi. Teknologi perbankan terus berkembang, kehadiran bank digital pun digadang-gadang menjadi masa depan perbankan.

Menjawab tantangan zaman, DBS membuat inovasi perbankan dengan menghadirkan Digibank, produk layanan perbankan yang ditujukan untuk masyarakat yang fasih digital. Terobosan inovatif ini memberikan pengalaman baru bagi nasabah untuk melakukan aktivitas perbankan hanya lewat gadget.

Peluncuran ini menyusul keberhasilan diluncurkannya digibank di India pada April tahun lalu. Hingga saat ini, DBS mampu menembus pasar perbankan ritel India dengan memperoleh sekitar 1,5 juta nasabah baru yang berhasil diakuisisi.

Bank berbasis mobile ini mengemas layanannya dengan rangkaian teknologi canggih, mulai dari biometrik hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Berkat teknologi biometrik nasabah (saat ini hanya untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang telah memiliki e-KTP dapat membuka rekening digibank di manapun dan kapanpun. Cukup dengan mengatur jadwal bertemu dengan agen digibank untuk membantu proses pembukaan rekening dengan menggunakan alat biometrik di tempat secara langsung. Proses ini tidak membutuhkan kertas dan tanda tangan nasabah.

Nasabah digibank juga dapat berinteraksi dengan Virtual Assistant yang berteknologi Artificial Intelligence yang dapat menjawab pertanyaan secara langsung seperti seorang bankir, cukup dengan mengetik pada aplikasi digibank di ponsel. Misalnya, untuk bertanya tentang saldo, nasabah cukup mengetik, ‘Berapakah jumlah saldo rekening saya?’ atau ‘Tunjukkan lima transaksi terakhir saya’, dan Virtual Assistant akan membantu.

Baca Juga :   Berwakaf Secara Mudah Melalui Tabungan Wakaf BNI Syariah

Fitur menarik lainnya adalah perencanaan dan pengawasan finansial yang cerdas yang dapat membantu nasabah lebih bijak dalam mengelola uang. Dengan fitur Spending Tracker, nasabah dapat dengan mudah merencanakan pengeluaran sekaligus memantau transaksi perbankan menggunakan kartu debet digibank.

Nasabah juga mendapatkan kemudahan transfer dana dari digibank ke bank manapun dan tarik tunai dari ATM tanpa biaya apapun. Nilai transfer maksimal per hari cukup fantastis, hingga 200 juta rupiah per transaksi dan hingga 500 juta rupiah. Soal keamanan, digibank menerapkan prosedur Soft Token yang diklaim memberikan tingkat keamanan lebih tinggi untuk otorisasi transaksi.

Kecanggihan teknologi telah memotong sebagian besar beban biaya perbankan. Bank digital memiliki struktur biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan perbankan dengan cabang fisik. Keuntungan bagi nasabah adalah bunga yang lebih tinggi. Sebagai kompensasi, digibank memberikan bunga 3% yang bisa dinikmati nasabah dari penempatan rupiah pertama dan bunga deposito hingga 6,25% untuk minimal deposito Rp5 juta.

Paulus Sutisna, Presiden Direktur Bank DBS Indonesia optimistis dengan peluncuran digibank di Indonesia. Dengan menargetkan pertumbuhan tiga juta nasabah dalam lima tahun, DBS percaya bank berbasis mobile ini mewakili masa depan perbankan.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 132,7 juta orang atau 51,8 persen dari total penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Sedangkan survei We Are Social mengungkap bahwa 91 persen penduduk Indonesia memiliki ponsel dan 47 persen di antaranya memiliki smartphone. Dengan angka pertumbuhan pengguna internet yang meningkat dari tahun ke tahun, penetrasi perbankan berbasis mobile diharapkan terus bertumbuh.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa aktivitas e-banking di Indonesia mencapai 270 persen, dari 13,6 juta nasabah di tahun 2012 menjadi 54 juta nasabah di tahun 2016. Frekuensi internet banking juga mencapai 169%, di mana sebelumnya terdapat 150,8 juta transaksi di tahun 2012 menjadi 406,6 juta transaksi di tahun 2016.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply