Hanya di Indonesia Gelar Haji Diikutkan dalam Nama Depan, Ini Dia Alasannya

Sudah menjadi kebiasan di Indonesia ketika pulang dari beribadah haji pasti mereka akan mendapat gelar haji atau pun hajjah. Dan ada pula tujuan beribadah haji ialah untuk mendapatkan gelar tersebut supaya bisa lebih dihormati.  Tetapi, pemakaian gelar haji atau hajjah di depan nama hanya ada di Indonesia. Lalu, seperti apakah asal usulnya?

Ternyata, pada zaman dahulu banyak dari pahlawan daerah yang sudah menunaikan ibadah haji tetapi ketika dipanggil tidak memakai nama gelarnya 9haji atau hajjah) . Misalnya saja Pangeran Diponegoro yang sudah menunaikan ibadah haji, tapi tidak dipanggil Haji Diponegoro.
Pemakaian gelar nama haji dan hajjah ini dicetuskan oleh pemerintahan kolonial belanda. Karena, kala itu warga Indonesia jika sepulang dari tanah suci suka langsung melakukan pemberontakan terhadap Belanda. Dan biasanya hal ini dipimpin oleh guru, ulama, dan haji. Oleh karena itu agar memudahkan Belanda mengidentifikasi pelaku pemberontak dan juga memudahkan pengawasan, maka pada tahun 1916 setiap orang Indonesia yang pulang menunaikan ibadah haji wajib menyertakan gelar haji di depan namanya.
Ternyata begitu ya sejarahnya, kalau dulu gelar haji untuk mengidentifikasi para pemberontak, tetapi sekarang untuk membuat si pemilik gelar agar lebih dihormati.
(Visited 534 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Hebat! Nenek ini Bisa Melahirkan Bayi Kembar 4 di Usia 65 Tahun!

Leave a Reply