Inilah Isi Video Ana Abdul Hamid yang Bikin Heboh Jagat Medsos

image

Baru-baru ini media sosial heboh dengan video hitam putih seorang wanita yang mengupload curahan isi hatinya tentang poligami.

Dalam video yang berdurasi 4.32 menit, wanita asal Gorontalo ini mengaku sudah tidak tahan dengan pilihan suaminya yang memutuskan untuk berpoligami. Mengenakan burqa berwarna hitam, Ana mengungkapkan perasaan bukan dengan kata-kata melainkan lewat tulisan tangan.

“Maaf jika banyak kekurangan. Maaf jika tidak bisa memberikan yang terbaik. Maaf jika bukan istri yang baik dan sempurna selama mendampingi 5 tahun terakhir ini,” tulis Ana dalam keterangan di videonya yang di upload pada 20 Oktober kemarin

Di dalam isi videonya itu wanita berusia 26 tahun ini mengaku pernikahannya sudah memasuki usia kelima, punya dua anak dan tengah mengandung anak ketiga. Namun keputusan suaminya yang berpoligami membuat dirinya menyerah.

“Saya sudah berusaha bertahan dan saya menyerah, menyerah pada poligami. Tepat di tahun ke-5 pernikahan saya,” tulis Ana dalam tulisan tangannya.

Video ini pun mendapat komentar beragam, namun kebanyakan mengaku sedih dan mengakui keberanian Ana yang mencurahkan isi hatinya.
Tercatat, video ini sudah dilihati 671 ribu kali, mendapat delapan ribu lebih like dan sudah dibagikan sebanyak 25 ribu kali.  Berikut video Ana Abdul Hamid.

 

Selain melihat isi Video Poligami Suami yang diupload Ana Abdul Hamid, berikut ungkapan hatinya dalam bentuk tulisan dengan tanda @notarich_ana:

Saya muslimah biasa.
Kenapa harus berpoligami jika satu istri saja cukup?

Maaf, saya bukannya menentang hukum Allah yang memperbolehkan laki-laki beristri lebih dari satu. Saya hanya mengutarakan perasaan saya dan mungkin mayoritas perempuan yang tidak siap berbagi, tapi “terpaksa” untuk berbagi.

Saya muslimah biasa, seorang istri. Ibu dari dua orang anak dan sementara mengandung anak ketiga. Umur saya 26 tahun. Dan dari awal saya menikah, saya tidak pernah sedikitpun terbersit akan mengalami yang seperti ini.

Saya baru menginjak usia 25 tahun saat suami saya memutuskan untuk berpoligami. Perasaan saya? Sakit. Hancur. Perih. Kecewa. Marah. Merasa dikhianati, merasa dibohongi, merasa tidak berguna, terpuruk, seperti mau kiamat. Saya ingin mati saja saat itu.

Suami saya HARUS berpoligami. Dan saya pun HARUS menerima itu. Demi suami saya, demi anak-anak saya. Demi rumah tangga saya.

Saya tidak siap berbagi.

Tidak bisa.

Saya sudah berusaha bertahan. Dan saya menyerah. Saya menyerah pada poligami. 1 tahun, 4 bulan, 9 hari. Kekuatan saya hanya sampai di sini. Tepat di tahun ke 5 pernikahan saya.

Poligami itu… menyakitkan. Tidak. Saya tidak bisa lagi.

Saya memohon petunjuk Allah. Hati saya tergerak membuka QS An Nisa ayat 129 dan 130.

Bismillah. Semoga ada hikmah di balik semua ini. Allah mengganti air mata saya dengan kebahagiaan.

Akan ada yang menangis dengan keputusan saya. Akan ada yang tertawa. Akan ada yang mencemooh. Akan ada yang menjatuhkan, tapi saya yakin, banyak doa dan dukungan untuk saya. Ada Allah untuk saya. Sekarang saya tidak butuh dan tidak peduli komentar orang. Saya hanya akan mengikuti kata hati saya, sambil terus memohon petunjuk dari Allah SWT.

Pesan saya untuk para calon suami dan para suami yang mungkin terbersit keinginan untuk berpoligami, mohon pikirkanlah baik-baik dan bijak sebelum mengambil keputusan dan bertindak. Akan banyak yang tersakiti jika Anda mementingkan ego Anda.

Pikirkanlah perasaan istri Anda. Apakah dia betul-betul ikhlas? :) Pandangi wajah istri Anda, dia ikhlas menerima Anda apa adanya.

Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan video ini. Mohon untuk tidak berkomentar yang negatif.

Wassalam.
20/10/2015, @notarich_ana

(Visited 641 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Hati-hati Apply Kartu Kredit Online Sebelum Baca Tulisan Ini

Leave a Reply