Jika Anda Ingin Mengajukan Pinjaman Online? Perhatikan Dulu Cara Bayar Cicilannya

Uang akan selalu kita butuhkan kapan saja dan di mana saja. Kebutuhan manusia akan uang ini menjadi latar belakang mengapa banyak lembaga keuangan mengeluarkan produk pinjaman dana dengan proses yang cepat dan bersyarat untuk bisa mewujudkan keinginan para nasabah yang mungkin sedang memerlukan uang dalam waktu cepat. Semakin berkembangnya teknologi, meminjam uang kini bisa dilakukan juga secara online.

Adanya kebutuhan nasabah yang tidak bisa ditunda, membuat produk-produk pinjaman ini bermunculan. Seperti KTA atau kartu kredit yang sudah menjadi produk umum untuk membantu nasabah yang memang sedang memerlukan dana cash untuk kebutuhannya. Begitu juga dengan pinjaman online yang banyak ditawarkan beberapa situs saat ini. Namun, berani meminjam berarti Anda berani menanggung beban risiko berupa cicilan dan bunga yang harus dilunasi, termasuk pada pinjaman online.

Jika Anda berminat untuk meminjam uang secara online, sebaiknya Anda pertimbangkan enam hal berikut ini, sebelum mengajukan pinjaman.

1. Perhatikan Tawaran Harga dan Bunga

Baik itu pinjaman langsung dari pihak perbankan maupun pinjaman online, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan harga dan bunga yang ditawarkan. Semakin murah tingkat bunga yang ditawarkan, maka cicilan Anda akan cukup ringan nantinya. Sebaiknya, Anda yang akan mengajukan pinjaman secara online tidak membandingkan suku bunga dalam satu platform saja karena banyak situs pembanding sekarang yang beredar di internet.

2. Biaya Lainnya

Perhatikan biaya lainnya yang pasti Anda temukan ketika mengajukan pinjaman online ini. Perhatikan apa saja biaya-biaya tersebut. Biasanya list biaya lainnya ini adalah biaya administrasi, biaya keterlambatan angsuran, biaya provisi, biaya pelunasan lebih awal dan juga biaya transfer pinjaman. Pilih pinjaman yang tidak terlalu mematok banyak biaya lainnya.

Baca Juga :   TunaiKita.Com Menawarkan Pinjaman Tanpa Agunan

3. Syaratnya Mudah dan Masuk Akal

Perhatikan juga beberapa syarat yang diajukan untuk pinjaman online tersebut. Ada yang menawarkan persyaratan mudah, namun tingkat suku bunga cukup tinggi, ada juga yang mensyaratkan tersedianya surat BPKB, kartu kredit, buku tabungan dan lain sebagainya. Sebaiknya pilih yang seimbang, yaitu tingkat suku bunga cukup rendah namun syarat mudah.

4. Perhatikan Cara Pengajuaanya

Karena Anda akan meminjam melalui platform digital, cara pengajuannya juga dilakukan secara online dengan beberapa tahap. Tahapannya memang cukup sederhana karena biasanya berupa formulir isian. Jadi, Anda hanya tinggal mengisi saja. Biasanya, pihak pemberi pinjaman ini akan meminta data diri, untuk kemudian bagian telemarketing-nya akan menghubungi Anda untuk informasi lebih lanjut. Setelah itu, kelengkapan berkas juga harus disampaikan langsung kepada pihak kurir dari jasa pemberi pinjaman uang online tersebut.

5. Waktu Pencairan

Setelah semua dokumen lengkap dan data diri Anda juga sudah masuk di pihak pemberi pinjaman online tersebut, saatnya Anda menunggu pencairan dari dana tersebut. Pastikan cicilan Anda nanti tidak lebih dari 30% dari total pendapatan.

6. Cara Membayar Cicilan

Sebelum mengajukan pinjaman online, Anda juga harus menanyakan bagaimana mekanisme pembayaran pinjaman. Adakah skema khusus untuk cicilan bulanannya? Jika ada, pilih yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda saat ini.

Perhitungkan Mengenai Cicilan Perbulannya serta Mekanisme Pembayarannya

Pinjaman secara online sebenarnya tidak begitu berbeda dengan pinjaman konvensional. Yang membedakan hanya medianya saja. Sebaiknya Anda benar-benar memperhitungkan mengenai cicilan perbulan dan juga mekanisme pembayaran dari pinjaman online yang akan diajukan tersebut. Pinjaman online yang ada saat ini juga ada yang menawarkan kemudahan dengan tingkat suku bunga yang cukup tinggi. Maka dari itu, perhitungkan kembali sebelum mengambil keputusan.

(Visited 27 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply