Kasus Baru : Nasabah 3 Bank di Indonesia Kecolongan Rp 130 Miliar

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipid Eksus) Bareskrim Polri mengusut dugaan pembobolan beberapa nasabah di tiga bank besar Indonesia. Pelakunya diduga warga negara asing yang masih dalam pengejaran petugas.

Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Simanjuntak mengatakan, pengusutan kejahatan cyber tersebut bermula dari laporan salah satu bank terkait adanya dugaan pembobolan rekening beberapa nasabahnya.

“Laporan dari bank tersebut kemudian kita tracking, dan mendapakan modus kejahatan yang dilakukan para pelaku,” kata Victor di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/4/2015).

Modus yang dilakukan pelaku adalah dengan menyebar malware ke perangkat-perangkat yang terkoneksi. Mereka yang mengunduh malware yang menyaru program legal tersebut nantinya akan bertransaksi seolah-olah dengan pihak bank langsung.

Misalnya saja, seseorang akan mentransfer melalui layanan e-banking, namun laman yang dihadapi korban bukanlah laman perbankan yang sesunggguhnya.

“Situs itu betul-betul menyerupai halaman bank yang sesungguhnya. Padahal korban tidak menyadari mereka menjadi korban kejahatan,” beber Victor.

Nah, karena pelaku adalah diduga warga negara asing mereka memanfaatkan warga Indonesia untuk menjadi kurir atau pihak yang menampung uang hasil kejahatan. Penyelidikan sementara terdapat 50-an kurir yang direkrut pelaku dan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia

“Mereka dijanjikan 10% dari nilai yang ditampung. Misalnya ada Rp 20 juta dalam satu kali transaksi, mereka diupah 10% dari nilai tersebut. Pelaku menyebut bahwa uang itu adalah hasil usaha,” jelas Victor.

Setelah uang hasil kejahatan masuk ke rekening para kurir yang direkrut, uang-uang tersebut diminta pelaku untuk dikirimkan ke Ukraina dengan menggunakan Western Union dan Moneygram.

“Mereka (para kurir) tidak tahu telah melakukan kejahatan,” kata Victor. Saat ini enam orang sudah diperiksa. Status mereka masih sebagai saksi.

Baca Juga :   Cara Setor Tunai di Mesin CDM Bank BRI Tanjung Selor Kalimantan Utara

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelaku begitu mudahnya meretas keamanan sistem korbannya, salah satunya keamanan transaksi e-banking. “Dia menggunakan software palsu, kalau asli kan pasti ada pengamanannya,” kata Victor.

Victor meminta masyarakat tidak mengunduh program-program yang tidak perlu, baik untuk komputer atau pun telepon genggam. Terkait dengan bank apa saja yang menjadi sasaran pelaku, Victor enggan membeberkannya.

 

sumber : inet.detik.com

(Visited 1,828 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply