LinkAja Hadirkan Layanan Syariah Pertama di Indonesia

Layanan syariah LinkAja hadir pertama kali di Indonesia. Layanan uang elektronik syariah ini ditujukan secara khusus bagi Anda yang ingin melakukan transaksi sesuai ketentuan syariat Islam.

Fintech ini telah memegang sertifikat kesesuaian syariah DSN MUI dan persetujuan dari Bank Indonesia. Pada tahun pertama peluncuran, aplikasi uang elektronik ini menyasar target satu juta pengguna aktif.

Demi meraih target pengguna tersebut, layanan fintech syariah ini berfokus pada tiga hal utama. Pertama, Ziswaf (zakat, infak, sedekah dan wakaf). Sebanyak 242 lembaga Ziswaf telah ikut diajak berpartner.

Kedua, pemberdayaan ekonomi yang berbasis masjid. Lebih dari 1.000 masjid telah diajak untuk bekerja sama. Terakhir, digitalisasi UMKM dan pesantren.

Layanan syariah ini merupakan strategi unik untuk bersaing dengan layanan dompet digital lainnya. Sebut saja tiga layanan terbesar di Indonesia yaitu Gopay, Ovo dan  Dana yang belum memiliki segmentasi di pasar keuangan syariah.

Untuk membedakan dari produk konvensional yang sudah ada sebelumnya, layanan syariah bentukan gabungan perusahaan BUMN ini mengandung tiga unsur berikut ini.

Semua Saldo Terhimpun di Bank Syariah

Pada layanan konvensional, saat pengguna aplikasi mengisi saldo uang elektronik maka saldo tersebut akan disimpan di bank konvensional. Bisa jadi uang Anda diendap di Bank Mandiri atau mungkin di BNI.

LinkAja Hadirkan Layanan Syariah Pertama di Indonesia

Sementara itu, pada layanan syariah maka uang elektronik pada aplikasi tersebut akan terhimpun di bank syariah. Bank tersebut tentunya masih tergabung dalam Bank BUMN seperti Mandiri Syariah, BRI Syariah atau BNI Syariah.

Tata Cara Transaksi

Tata cara transaksi yang diterapkan sesuai dengan prinsip syariah. Perusahaan fintech ini pun selalu melakukan konsultasi dengan Dewan Syariah Nasional dan Majelis Ulama Indonesia.

Salah satu praktik yaitu terkait pemberian diskon. Promo diskon yang ditawarkan kepada pengguna harus diberikan dari pihak merchant untuk tiap transaksi.

Sementara itu, pihak fintech sistem pembayaran tidak diperkenankan menawarkan promo apa pun baik diskon, cashback atau bonus. Dengan demikian, tata cara ini lebih sesuai dengan konsep syariah.

Produk Sesuai Akad Syariah 

LinkAja Hadirkan Layanan Syariah Pertama di Indonesia

Dari segi produk tentulah disesuaikan dengan partner yang juga menganut akad syariah. Beberapa produk tersebut antara lain berupa pinjaman dana, asuransi dan investasi yang dapat dimanfaatkan pengguna.

Kebutuhan pengguna ini akan difasilitasi melalui kolaborasi dengan bank syariah atau fintech syariah lainnya. Layanan konvensional sendiri bekerja sama dengan Kredit Pintar untuk penyaluran pinjaman konsumer.

Manfaat Aplikasi Layanan Syariah

Kehadiran layanan syariah telah menjawab kebutuhan masyarakat di era digital untuk melakukan transaksi secara mudah, cepat dan aman. Di saat bersamaan, transaksi tetap sesuai dengan prinsip syariah.

Pengguna diberikan kemudahan untuk melakukan transaksi pembayaran dan transfer dana di mana pun dan kapan saja. Fiturnya pun lengkap sehingga memudahkan pengguna selama memakainya.

Pengisian saldo dan transfer sendiri dapat dilakukan langsung dari ATM Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN dan ATM Bersama). Metode transfer ke rekening bank dapat melalui mobile banking, ATM dan juga internet banking.

Layanan syariah dompet digital ini juga dapat digunakan sebagai metode pembayaran di seluruh merchant yang bekerja sama dengan layanan konvensional. Namun, pengguna tidak dapat menikmati cashback atau diskon.

Pasalnya, seluruh program promo ditanggung sebagian atau sepenuhnya secara langsung oleh pihak perusahaan fintech. Promo-promo tersebut secara instan tidak akan berlaku untuk pengguna layanan syariah.

LinkAja Syariah yakin akan banyak menarik pengguna baru baik pegawai bank syariah, nasabah bank syariah atau warga umum. Apalagi penganut agama Islam dominan di Indonesia. Jadi, target layanan syariah ini dapat terwujud.

(Visited 80 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply