Membudayakan Masyarakat Indonesia dengan Transaksi Nontunai

Pernahkah Anda berbelanja di toko atau di pasar, dan si penjual mengatakan bahwa dia tidak memiliki kembalian uang? Atau, pernahkah Anda berbelanja, lalu si penjual memberikan kembalian dalam bentuk uang recehan dalam jumlah yang sangat banyak? Dan saya meyakini bahwa satu dari tiga orang yang berbelanja di tempat tersebut pernah mengalami hal diatas ketika berbelanja. Hal tersebut bisa sangat merepotkan apabila stok uang tunai yang ada di dompet tidak  banyak dan terlebih lagi pecahannya tidak bervariasi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, penggunaan instrumen pembayaran non tunai seperti E-Money, Kartu Debit atau Kartu Kredit mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Pembayaran dengan nontunai sudah bukan hal yang baru di Indonesia. Tetapi, sampai saat ini masyarakat masih terbiasa dengan pembayaran tunai.

Sebagai bentuk upaya agar masyarakat mulai terbiasa menggunakan pembayaran nontunai, BI telah menggaungkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sejak tahun 2014. Tujuannya tidak lain adalah supaya masyarakat lebih mudah bertransaksi, tidak perlu membawa banyak uang tunai karena kerap memakan banyak tempat di dompet, lebih praktis, dan lebih  higienis. Namun, sudah hampir dua tahun GNNT berjalan, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum mengenal betul, apa itu pembayaran nontunai baik ragam maupun  jenisnya.

SELANJUTNYA

(Visited 28 times, 2 visits today)
Baca Juga :   Sekarang Pengguna Aplikasi LINE bisa Gunakan Mandiri Ecash

Leave a Reply