Memilih Reksadana Yang Cocok Bagi Investor Pemula Yang Masih Nol

Memilih reksadana seperti juga memilih hal lain, ada banyak caranya, mulai dari yang ruwet bin rumit, sampai ke yang sederhana. Tanpa harus dipersulit, untuk pemula, memilih reksadana terbaik itu sebetulnya sederhana. Tapi disini, reksadana terbaik bukanlah sekedar reksadana yang memiliki return tertinggi, melainkan reksadana yang paling sesuai dengan profil kita sebagai calon investor dan paling aman dari sisi legalitas hukum (meminimalisir kasus/masalah). Bukankah sesuatu yang sesuai dengan kita, itu yang terbaik?

 

Misalkan kita calon investor yang berprofil konservatif, trus invest di reksadana saham yang disematkan sebagai reksadana terbaik oleh majalah investasi karena return nya tinggi, eh pada tahun berjalan ternyata IHSG dan RDS tersebut turun -25%, kita stress lalu merealisasikan kerugian tersebut dengan menjualnya, itu berarti bukan yang terbaik untuk kita. Justru profil konservatif takut dengan penurunan yang banyak tersebut dan lebih sesuai dengan investasi reksadana yang adem-ayem seperti reksadana pasar uang. Maka reksadana terbaik untuk kita justru Reksadana Pasar Uang, barulah kita cari, mana RDPU yang memiliki return historis tertinggi.. Begitu pula untuk investor moderat dan agresif, ataupun dengan jenis reksadana lainnya.

Oke, cukup pembukaannya… Berikut langkah-langkahnya…

  1.  Tentukan jangka waktu investasinya (berapa tahun mo invest? berapa lama uangnya mau di pendam di reksadana?), atau kalau pemula, bisa coba pilih reksadana pasar uang dulu. Jangka waktu investasi ini berhubungan dengan pemilihan jenis reksadananya apakah reksadana pasar uang, pendapatan tetap, reksadana campuran, atau reksadana saham. (Kalo ngotot tetep pengen reksadana saham ya ga pa pa sih… :D)
    Calon investor pemula, biasanya cuek aja item pertama ini, tapi begitu lagi invest tiba-tiba butuh uang dan return RD nya lagi turun, akhirnya jual rugi, abis itu nyesel atau takut ketemu lagi ama reksadana 😀
  2. Setelah menentukan jangka waktunya, pilih jenis reksadana yang sesuai dengan jangka waktunya.
    1. Untuk investasi kurang dari atau sama dengan 1-2 tahun, akan lebih aman & tenang untuk investasi di Reksadana Pasar Uang.
    2. Untuk waktu investasi antara 2 – 4 tahun (sebetulnya 1-3 tahun, namun pengalaman saya udah hampir 3 tahun “nyangkut” jadi lebih aman 4 tahun), silakan berinvestasi di Reksadana Pendapatan Tetap.
    3. Jika rentang waktu yang dipilih antara 4-5/6 tahun, akan lebih aman jika berinvestasi di Reksadana Campuran (ini juga bisa jadi pilihan untuk calon investor yang agak konservatif.
    4. Nah, kalo memutuskan untuk investasi masa depan, atau uangnya baru akan digunakan diatas 5 tahun lagi, silakan pilih Reksadana Saham sebagai kendaraan investasi anda
  3. Berikutnya, pilih Manajer Investasi. Apa sih manajer investasi? Manajer Investasi (atau disingkat MI), itu lembaga yang bakalan ngurusin duit kita mau di belikan instrumen apa, berapa banyak, dll… So, pilih MI yang memiliki track record yang baik dan terpercaya. Gimana taunya?
    1. Untuk terpercaya, logika sederhananya adalah semakin terpercaya, semakin banyak yang berinvestasi di produk MI tersebut, hal ini bisa dilihat dari nilai AUM (Asset Under Management) MI tersebut. Bisa dilihat di bapepam, namun disarankan lihat di daftar MI pada situs portalreksadana.com (login dulu tapi :D, trus lihat menu di bagian kanan – Peringkat Manajer Investasi). Ambil/pilihlah 10 MI dengan AUM tertinggi.
    2. Sedangkan track record, pilih MI yang produknya cukup sering mendapatkan peringkat terbaik. Ini biasanya bisa didapatkan dengan googling, (ini pilihan/opsional)
  4. Sejauh ini, udah jelas mau ambil jenis reksadana apa dan ada target MI yang mana. Selanjutnya pilih reksadananya… Untuk amannya, pilih produk yang sudah cukup umur (lebih dari atau sama dengan 5 tahun). Kenapa 5 tahun? Karena dalam waktu 5 tahun, banyak turun-naik ekonomi terjadi. Dalam 5 tahun IHSG bisa di titik terendah dan tertinggi, jadi sudah teruji dengan kondisi terbaik dan terburuk. (Kaya pemilu aja 5 tahun… :D)
    Gimana taunya produk tersebut sudah berumur 5 tahun atau lebih? Lihat dari inception date atau tanggal awal peluncuran reksadana tersebut.
    Bisa dilihat di prospektus atau FundFactSheets dari masing-masing reksadana. Cara sederhananya bisa dilihat dari harga NAB nya, biasanya NABnya cenderung lebih tinggi dari produk yang umurnya lebih muda (biasanya sih > Rp. 1500/unit).
  5. Sampai sini, biasanya cuma tersisa tidak lebih dari 2-5 buah reksadana. Pastikan pilih reksadana yang NAV nya lebih dari 25 Milyar Rupiah. Kenapa? Karena berdasarkan peraturan Bapepam LK, Reksadana yang memiliki dana kelolaan (NAV) kurang dari 25 milyar, akan/harus dibubarkan 😀
    Taunya darimana? Buka http://aria.bapepam.go.id/reksadana/ , pilih menuStatistik – Perkembangan NAB per RD, kemudian isikan/pilih RD dengan klik icon kaca pembesar di kanan/ujung form, lalu Proses. Akan terlihat dalam tabel, berapa NAB/NAV dari reksadana tersebut.
  6. Yang terakhir, baru dipilih dari return historis yang tertinggi. Bisa diliat dari infovesta.com. Pilih jenis reksadananya, kemudian urutkan berdasarkan returnnya (3 tahun atau 1 tahun, disarankan 3 tahun :D).
    Lagi mengurutkan tiba-tiba liat RD lain yang returnnya lebih tinggi untuk jenis yang sama? ga masalah kalau mau pilih, yang penting syarat-syarat diatas terpenuhi semua 😀
Baca Juga :   Cara Mudah Membeli Produk Reksadana Secara Online Di Ipotfund

Mudah dan sederhana bukan? Berdasarkan pengalaman pribadi, saya biasanya menambahkan unsur kemudahan memperoleh informasi produk selengkap-lengkapnya. Tapi 10 besar MI secara umum cukup mudah memperoleh informasi produknya bahkan juga mudah membeli produknya…

Lebih memilih reksadana syariah? ga masalah, langkah-langkah diatas bisa juga diaplikasikan, tinggal menambahkan satu langkah lagi setelah langkah ke-3.

Walaupun langkah-langkah memilih reksadana terbaik untuk pemula ini terbilang sederhana, tetap harus diingat, bahwa kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan, dan selalu BACALAH prospektus dan FundFactSheet nya sebelum membeli/memutuskan membeli produknya.

 

Panduan Lengkap Cara Mendaftar, Membeli dan Menjual Produk Reksadana Online Khusus Bagi Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *