Menabung Pangkal Kaya? Hasil Reksa Dana Pasar Uang Bisa 8% VS Bunga Tabungan 1%

Pepatah ini akan terus ditanamkan ke kita semenjak kecil : “Hemat itu pangkal kaya” atau menabung pangkal kaya. Tetapi benarkah demikian?

Jawabannya adalah jelas tidak benar. Faktanya, jika hanya sekadar menabung di bank tidak akan membuat kita menjadi kaya raya. Alih-alih menjadi kaya, bahkan uang kita akan terus tergerus dengan kenaikan harga (inflasi) dan biaya admin bank.
Masih banyak yang belum kita ketahui, ada cara lain supaya uang kita bertambah banyak dari waktu ke waktu di atas kenaikan harga atau inflasi. Caranya adalah dengan menabung di reksadana pasar uang.

Menabung di reksa dana pasar uang memang aman, karena resmi dan diawasi OJK. Selain itu, risikonya juga sangatlah kecil karena mayoritas dana ditempatkan dalam bentuk portofolio deposito. Akan tetapi, di sisi lain, hasilnya berpotensi jauh lebih tinggi dibanding bunga tabungan biasa. Di sebuah bank, untuk saldo di bawah rata-rata Rp50 juta, saat ini bunga tabungan yang diberikan paling tinggi cuma 1 persen. Ini belum lagi dipotong biaya administrasi bank dan pajak.

Kenapa hasil reksadana pasar uang bisa lebih tinggi dari deposito? Reksadana adalah kumpulan uang para nasabah, yang nilai totalnya cukup besar bisa puluhan atau ratusan miliar rupiah. Oleh karena itu, bank lalu memberikan bunga khusus yang lebih tinggi kepada pengelola reksa dana pasar uang, dibandingkan kepada pemilik deposito individu.

Tertarik? Silakan Anda pelajari reksa dana pasar uang berikut yang bisa Anda beli di supermarket reksadana :

1. Mega Asset Multicash
2. TRIM Kas 2
3. CIMB-Principal Cash Fund
4. MNC Dana Lancar

Singkat kata, perhatikanlah: sekadar menabung di bank bukan lagi pangkal kaya.

(Visited 4 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Informasi Investasi Reksadana Gratis: Invofesta, IPOTFUND dan Bareksa

Leave a Reply