Modus Baru Pembobolan E-Banking, Jaringan Ponsel “No Service”, Rekening Terkuras Habis

mobile-banking

Indah Arie Setyawati (33) terkejut setelah mengecek rekening tabungannya, uang yang ia miliki seketika menghilang tanpa sepengetahuannya. Sebanyak Rp 37 juta yang tersimpan di dalam rekeningnya hanya sisa Rp 61 ribu.
Diduga rekeningnya di sebuah bank dibobol oleh oknum nakal. Sebelum tahu rekeningnya dibobol, ada kejanggalan yang dialami ibu 3 anak ini. Handphone yang digunakannya mengalami no service atau tidak ada sinyal dan tidak bisa digunakan selama beberapa hari.
Tidak merasa ada yang aneh, Indah kemudian menarik uang di sebuah tempat ATM.
Namun saat mengakses ATM, alangkah terkejutnya ia saat mengetahui uang yang dimilikinya lenyap begitu saja. Jauh-jauh hari, Indah sempat mengecek saldo miliknya. Wakti itu saldo tabungannya masih tersisa Rp 37. 490.000.
Namun saat akan ditarik hanya tersisa Rp 61 ribu, 10 Oktober lalu. Kemudian ia langsung mengecek lenyapnya uang tabungannya tersebut ke bank tempatnya menabung. Dari hasil pengecekan ternyata ada transaksi transfer yang tidak diketahuinya ke beberapa nomor rekening milik orang yang tak dikenalnya.
Mengetahui transaksi tersebut berasal dari e-banking, ia pun langsung mengecek sim card ponsel yang digunakannya ke salah satu gerai provider. Hasilnya, nama kartu yang digunakan diketahui berganti nama. Padahal kartu yang digunakannya selama ini atas nama Warto, namun setelah kejadian tersebut berubah menjadi Renaldo.
Selain itu pula, saat dicek kartunya, diketahui bahwa sim card yang digunakan korban sudah mengalami proses penggantian kartu yang diketahui dilakukan di gerai provider di Surabaya, Jawa Timur. Ia pun menduga ada segelintir orang atau sindikat yang terlibat dalam kasus yang menimpa wanita yang berdomisili di Jimbaran, Kuta Selatan itu.
Atas kejadian tersebut, ia pun melaporkan hal itu ke Polresta Denpasar dengan dugaan pembobolan rekening melalui e-banking. Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan mengatakan, kasus tersebut masih ditangani pihaknya.
Seperti di kutip dari media online Tribun Bali.

Modus pembobolan ebanking seakan tidak ada habisnya salah satunya yang terbaru adalah dengan mengganti simcard.

Baca Juga :   BNI Meluncurkan Kartu Debit Khusus Anggota Notaris

Kita ketahui bahwa nomor handphone saat ini merupakan salah satu keamanan tambahan dari fasilitas ebanking yaitu mobile banking atau sms banking, selain menggunakan alat  token fisik.

Namun celah ini ternyata bisa dilakukan pembobol untuk menguras isi tabungan, dan yang jadi pertanyaan adalah kok bisanya provider dengan mudah mengganti sim card dengan alasan simcard hilang dan berganti nama pula. setahu saya akhir tahun kemarin sudah ada aturan bahwa setiap nomor ponsel harus teregistrasi dan sesuai dengan data ektp. dan kenapa ini masih bisa terjadi. Apakah ini kelemahan provider? atau jangan jangan memang ada permainan oknum.

Berarti sekarang banyak nasabah yang ketakutan terkait kasus ini bagaimana tidak 1 ponsel biassnya digunakan untuk beberapa tabungan dan kartu kredit jika nomor ponselnya di ganti banyak kerugian yang akan dialami nasabah.

Semoga kasus ini segera cepat di bongkar.

 

 

(Visited 71 times, 1 visits today)

Leave a Reply