Mulai 15 Desember 2015 Beli Kartu Prabayar, Kenapa Mesti Pakai KTP? Ini Alasannya!

Pemerintah bersama dengan operator telekomunikasi sudah sepakat untuk mulai menertibkan penjualan dan pembelian kartu SIM prabayar mulai 15 Desember 2015. Penertiban tersebut akan membawa banyak manfaat bagi industri telekomunikasi maupun user/pengguna

Keuntungan dari sisi pelanggan diantaranya akan mengurangi tindakan penyalah gunaan nomor telepon. Misalnya saja pengguna yang membeli nomor prabayar hanya untuk iseng saja sehingga mereka yang memakainya untuk tindak kejahatan, penipuan dan berbagai macam spam lainnya.

Sedangkan bagi operator telekomunikasi sendiri, penertiban akan membuat para operator mudah mendapatkan pelanggan yang berkualitas serta bisa mendorong pendapatan mereka. Selain itu juga saat ini para operator sudah bukan waktunya operator berlomba-lomba memperbanyak jumlah pelanggan.

Pasar seluler di Indonesia ini hampir saturasi. Kalaupun ada penambahan pelanggan baru itu sifatnya replacement atau pengganti dari SIM Card yang lama.

Sekarang ini ada 300 juta SIM yang terdaftar, tetapi  unique customer hanya 160 sampai dengan 170 juta saja. Kalau kita dorong dengan cara penertiban kartu prabayar akan semakin banyak pelanggan yang berkualitas. Yang pada akhirnya nanti bukan lagi soal market share, tapi juga revenue share dan EBITDA share.

Penertiban kartu prabayar tersebut mengharuskan para pengguna layanan komunikasi untuk membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM) atau passport serta Kartu Keluarga (KK) untuk dicatat sebagai data pemilik nomor tersebut. Pendaftaran data itu dilakukan oleh petugas khusus yang ditunjuk oleh para operator telekomunikasi.

Dengan adanya penertiban tersebut diatas bisa dikatakan bahwa pembelian kartu SIM nanti akan berubah, yaitu hanya tersedia di gerai-gerai tertentu saja. tetapi pengguna masih bisa membelinya di kios pinggir jalan asalkan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Baca Juga :   Cara Mendapatkan CD Gratis dari Blibli.com

Aturan ini sekarang masih dalam penyempurnaan dan masih ada beberapa mekanisme yang belum final. Salah satunya adalah soal metode pendaftaran. Awalnya metode pendaftaran ingin ditertibkan dengan cara memberikan ID retail khusus pada para penjual kartu pra bayar. Namun kini muncul pertimbangan baru, yaitu mensyaratkan pendaftar untuk memasukkan data pribadinya langsung.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply