OJK Akan Membuat Aturan Khusus Polis Asuransi Online


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan aturan terkait polis asuransi online. Ini seiring dengan terus didorongnya penjualan asuransi secara online.

Selama ini, penjualan asuransi secara online memang sudah berjalan, namun polisnya tetap dalam bentuk print out. Sementara nasabah ingin, baik penjualan maupun polisnya bisa dalam bentuk online. Artinya, polisnya pun tidak perlu dalam bentuk hard copy atau print out.

Ketika kita melakukan pembelian asuransi online, makan polis akan dikirim secara online, bukan print out. Namun aturan di OJK  masih harus print out. Jadi perusahaan asuransi harus memberikan print out-nya ke nasabah. Yang mereka minta itu kan online dalam arti bukan hanya cara menjual saja secara online, tetapi polisnya juga harus dikirim secara online.

Untuk bisa mengakomodir hal tersebut diatas, makan pihak OJK bakal membentuk lembaga kustodian yang isinya berasal asosiasi perusahaan asuransi. Kustodian ini nantinya berfungsi sebagai penyimpan data nasabah asuransi jika di kemudian hari terjadi sengketa.

Jadi sedang di siapkan dengan asosiasi mau mendirikan kustodian. Supaya ke depan jika  ada sengketa nanti mau pakai polis yang mana, supaya dapat menghindari sengketa. Bersama dengan asosiasi jiwa, semua polis online, copy-nya harus dikirim ke kustodian ini, supaya kalau ada sengketa nanti akan dibuka. Karena ini lembaga independen.

Nantinya perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam lembaga kustodian tersebut bisa menjadi pemegang saham.

(Visited 69 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Dalam Kondisi Apapun, Kita Membutuhkan Asuransi

Leave a Reply