Ombrophobia Adalah Ketakutan Berlebih pada Hujan

Jika banyak yang menikmati hujan di sore hari dengan secangkir kopi dan teh panas, tidak dengan mereka yang mengalami ombrophobia. Nyatanya hujan memang tak selalu menyenangkan bagi beberapa orang. Ada beberapa yang mengalami gelisah dan takut dengan hujan. Jangankan mendengar suara rintiknya, melihat butiran air yang jatuh dari langit pun membuat mereka merasa ketakutan.


Ombrophobia atau disebut juga pluviophobia adalah sebuah ketakutan yang berlebihan pada hujan, petir, atau karena kehujanan. Orang yang mengalami phobia ini menganggap hujan atau mendung gelap sebagai sesuatu yang akan mendatangkan bencana bagi dirinya. Jika mendengar bunyi petir, penderita akan mencari perlindungan dan tampak begitu cemas.


Istilah ombrophobia sendiri berasal dari bahasa Yunani, “ombros” yang berarti badai hujan dan “phobos” yang berarti ketakutan atau kebencian. Ombrophobia bisa terjadi pada siapa saja, namun umumnya fobia ini dialami oleh anak-anak. Sebagian anak-anak mengalami ketakutan saat terjadi hujan lebat yang disertai kondisi seperti badai angin kencang, guntur, dan kilat. Sebagian lagi justru takut ketika terjadi hujan ringan atau gerimis.


Penyebab utama ombrophobia hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Umumnya ombrophobia dikaitkan dengan rasa takut dan traumatis. Ketakutan ini terjadi karena pengalaman negatif terutama setelah mengalaminya secara langsung. Selain itu, ombrophobia atau pluviophobia juga bisa terjadi karena beberapa hal yang terjadi di masa kecil.


Pada kemudian hari ketakutan ini dapat berubah menjadi fobia total. Penyebab umum ombrofobia lainnya adalah perasaan depresi yang diasosiasikan oleh kebanyakan orang dengan hari mendung atau langit kelabu. Dalam hal ini, ada orang yang takut takut akan efek depresi dan khawatir bahwa hujan perlahan akan merusak keseimbangan mentalnya.


Ombrophobia juga bisa diawali oleh pengalaman traumatis yang dialami selama hidup mereka. Dalam hal ini, pemandangan atau gagasan hujan akan memicu peristiwa traumatis yang tertekan dan menyebabkan orang tersebut menghidupkan kembali momen tersebut. Sayangnya, fobia ini kemungkinan akan memburuk seiring berjalannya waktu jika tidak ditangani dengan benar.


Beberapa gejala yang sering menimpa orang dengan ombrophobia ketika hujan tiba yaitu, gemetar, merasa cemas dan panik, menangis dan histeris, bersembunyi, terus-menerus mengecek ramalan cuaca, tak mau keluar rumah saat hujan dan sering bertanya: apakah kita akan terkena banjir? Apakah kita akan mati tenggelam?


Gejala tersebut tentunya sangat mengganggu aktivitas, apalagi jika hujan turun tidak terlalu deras. Ketika fobia ini dirasakan saat masih kecil biasanya akan hilang sendiri ketika dewasa. Namun, hal ini menjadi sulit ketika seseorang mengalami fobia hujan saat sudah dewasa. Kondisi tersebut lebih susah diatasi, karenanya penderita sangat membutuhkan bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog.

Mengatasi Pluviophobia
Orang dengan ombrophobia parah akan sangat sulit menjalani aktivitas normlanya, terutama di musim hujan seperti sekarang ini. Jika tak segera diarasi, fobia ini juga bisa berkembang je fobia lain. Misalnya fobia tenggelam, fobia air, fobia laut, dan gangguan kecemasan.


Keterlibatan orang-orang terdekat untuk membantu menghilangkan kecemasan ini merupakan peranan yang penting. Mendiskusikan bagaimana perasaannya terhadap hujan dan peristiwa yang dialaminya sampai mengakibatkan trauma adalah salah satu cara menghilangkan Pluviophobia.


Untuk mengantisipasi agar orang terkasihmu tidak terkena ombrophobia mungkin akan sulit, karena tak ada yang tahu pasti kapan peristiwa traumatis itu akan terjadi. Namun jika orang yang kamu kasihi mengalami fobia ini, kamu bisa bantu mengurangi tingkat keparahannya bahkan menemaninya untuk memeriksa kondisi psikologi dan kesehatan mentalnya ke dokter.

Namun, tidak ada cara yang lebih baik untuk mengatasi phobia selain berhadapan langsung dengan rasa takut itu sendiri.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply