Peraturan Baru BPJS Ketenagakerjaan Tentang Pencairan Dana JHT

Peraturan baru mengenai pencairan dana JHT menyebutkan, bahwa pengambilan dana JHT bisa dilakukan bagi peserta yang telah berhenti bekerja karena mengundurkan diri, terkena PHK serta meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.

Pemberian manfaat Dana JHT bagi peserta yang mengundurkan diri dibayarkan secara tunai dan sekaligus oleh BPJS setelah melewati masa tunggu selama 1 bulan terhitung sejak tanggal surat keterangan pengunduran diri diterbitkan oleh perusahaan.

Para pekerja yang ingin mengambil manfaat JHT dikarenakan mengundurkan diri harus melampirkan persyaratan yaitu pertama kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang asli, kedua surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan tempat bekerja dan ketiga fotokopi KTP (kartu tanda penduduk) dan KK (kartu keluarga) yang masih berlaku.

Untuk pekerja yang di-PHK Perusahaan, persyaratan yang dibutuhkan ialah kartu peserta BPJS ketenagakerjaan asli, surat rekomendasi dari Dinas Ketenagakerjaan dan fotokopi kartu tanda penduduk atau KTP dan kartu keluarga atau KK yang masih berlaku.

Selain itu, pencairan manfaat Dana JHT juga dapat diambil selama peserta masih aktif tetapi dengan catatan masa kepesertaan minimal 10 tahun dan manfaat dana JHT dapat diberikan paling banyak 30% dari jumlah JHT yang peruntukkannya untuk kepemilikan rumah atau paling banyak 10% untuk keperluan lainnya.

(Visited 5 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Mengapa Kita Butuh Asuransi Jiwa ???

Leave a Reply