Perbankan Syariah, Jalan Menuju Berkah

Perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selama ini banyak umat muslim yang ragu untuk menggunakan jasa dan produk bank konvensional.

Melihat kebutuhan nasabah ini, maka munculnya bank yang menggunakan prinsip prinsip syariah. Bank syariah muncul untuk memenuhi berbagai keperluan para nasabah yang tetap ingin menjalankan prinsip islami.

Sejarah Perbankan Syariah

Sejarah perbankan syariah di Indonesia sudah dimulai pada tahun 1983 melalui regulasi yang dikeluarkan BI mengenai penetapan suku bunga. Pada tahun tersebut, pemerintah berencana untuk melakukan sistem bagi hasil yang merupakan konsep awal perbankan syariah.

Seiring berjalannya waktu munculah inisiatif untuk melakukan diskusi terkait pendirian bank Islam di Indonesia. Pada tahun 1990 MUI membuat kelompok kerja untuk berdiskusi dengan berbagai pihak untuk melakukan pendirian bank Islam.

Hasil dari diskusi para ahli tersebut ialah berdirinya PT Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia. Pada tahun 1998, pemerintah dan DPR melakukan pengesahan UU No 19 Tahun 1998 tentang sistem perbankan di tanah air.

Dengan adanya undang undang yang memberikan kepastian hukum ini, berbagai bank konvensional juga mulai mendirikan bank syariah. Sampai saat ini, perbankan syariah telah mengalami kemajuan dan mampu bersaing dengan bank konvensional.

Produk Produk Bank Syariah

Perbankan Syariah, Jalan Menuju Berkah

Sama seperti bank konvensional, bank syariah memiliki berbagai produk yang bisa dipilih oleh para nasabah. Tentunya berbagai produk yang ditawarkan tidak kalah lengkap dibandingkan dengan bank konvensional.

Secara prinsip memang terdapat perbedaan bank syariah dan konvensional namun produknya secara garis bebas tetap sama. Hal yang membuat para nasabah bank syariah lebih merasa yakin ialah karena semua produk dan jasa dilaksanakan berdasarkan prinsip islami yang menguntungkan.

Berikut ini ialah beberapa produk bank syariah di Indonesia yang harus dikenali.

  1. Mudharabah

Salah satu produk yang paling sering digunakan oleh nasabah perbankan ialah kredit yang memberikan dana kepada debitur. Dalam istilah bank syariah, debitur disebut mudharib akan menerima pinjaman modal yang telah disepakati.

  1. Musyarakah

Produk bagi hasil dari bank syariah selanjutnya ialah Musyarakah yang merupakan kerjasama dua pihak atau lebih dalam modal usaha. Tidak hanya pembagian keuntungan, namun disini juga ditegaskan pembagian kerugian berdasarkan persentase dana.

  1. Wadi’ah

Selain produk pinjaman, bank syariah juga memiliki produk pinjaman yang memenuhi kebutuhan nasabah saat ini. Dalam produk wadi’ah nasabah bisa menitipkan uang maupun barang lainnya yang berharga. Terdapat ketentuan sendiri dalam biaya jasa titip bank syariah sebagai pengelola

  1. Mudharabah

Biasanya bank konvensional akan menggunakan dana nasabah yang kemudian dijadikan modal kredit untuk debitur. Pada transaksi ini, debitur akan membayar bunga dan nasabah akan menerima bunga atas dana yang telah disimpan di bank.

Salah satu produk syariah yakni Mudharabah mengizinkan dana nasabah digunakan oleh bank sebagai modal usaha. Terdapat perjanjian bagi hasil yang disepakati antara bank dan nasabah sebelumnya.

  1. Bai’i Murabahah

Jika pada bank konvensional terdapat kredit mobil, motor dan barang lainnya di bank syariah terdapat Bai’i Murabahah. Disini bank akan membeli barang yang sudah diajukan oleh nasabah.

Setelahnya, bank akan membeli barang yang diminta nasabah untuk kemudian diambil keuntungannya. Nasabah mengetahui secara transparan berapa modal yang digunakan oleh bank. Selanjutnya, biaya modal + administrasi + profit akan dicicil oleh nasabah kepada pihak bank untuk mendapatkan barang tertentu.

Sekarang, Anda tidak perlu ragu lagi dalam menggunakan jasa perbankan. Dengan adanya perbankan syariah, tentunya kebutuhan Anda tetap terpenuhi dan syariat Islam tetap dijalankan.

(Visited 3 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply