Perhatikanlah Tips Berikut Jika Mobil Ingin Menerobos Banjir

Pada kondisi banyak jalanan tergenang air, sebaiknya pengendara mobil tidak memaksakan diri untuk menerobos. Apalagi jika terjadi situasi banjir atau genangan tinggi, lebih baik tempatkan mobil di lokasi yang aman. Semahal apapun kendaraan ini tidak dirancang untuk menerobos banjir. Efeknya bisa fatal pada dapur pacu mobil kalau sampai rusak.

Namun ada kalanya pengendara terpaksa menerobosnya lantaran diburu waktu atau kepentingan. Jika demikian, maka pengendara wajib memahami situasi di lapangan.

Untuk itu, pengendara sebaiknya memerhatikan hal-hal berikut saat menerobos banjir:

Hindari bagian knalpot dan air intake terendam air. Tinggi intake sekira 73-74 cm. Fungsi air intake yaitu melakukan penyedotan udara yang nantinya dicampur dengan bahan bakar. Dengan begitu terjadi pembakaran sempurna di ruang mesin. Jika bagian ini kemasukan air maka terjadi water hammer. Air akan masuk ke ruang bakar dan terjadi ledakan air. Ledakan ini jauh lebih besar dari bensin. Efek buruknya adalah piston retak atau terjadi lubang pada blok mesin. Saat ketinggian air masih setinggi knalpot, mungkin masih bisa menerobos genangan dengan perhitungan tepat.

Perhatikan situasi lalu lintas di depan. Untuk menerobos genangan air diperlukan kestabilan RPM yang dipacu tinggi. Setidaknya pacu di putaran 2.000 RPM agar air tidak masuk knalpot. Jangan sampai terjebak macet di air banjir. Selain itu usahakan memakai transisi posisi paling rendah.

Segera bersihkan mobil setelah mobil dipakai menerobos banjir. Seringkali air banjir bercapur dengan zat lain seperti minyak atau garam.  Kotoran ini perlu dibersihkan. Meski begitu ada baiknya tetap hindari menerobos banjir karena ada risiko kerusakan pada sistem elektrik, karpet, hingga jok yang tidak layak kena air kotor.

(Visited 11 times, 1 visits today)
Baca Juga :   Inilah 4 Tips Memilih Lipstik versi MatahariMall

Leave a Reply