Pilih Mana, Investasi Reksadana Atau Emas? Ini Pertimbangannya!

Instrumen investasi yang ada di pasaran ada banyak sekali jenisnya, dan yang termasuk instrumen tersebut adalah reksadana dan emas. Investasi reksadana dan juga emas termasuk dalam instrumen yang memiliki resiko rendah dalam dunia investasi.

Namun begitu, keduanya masih berada pada tingkatan atas daripada tabungan biasa dan deposito pada bank.

Beberapa tahun belakangan ini tren untuk melakukan investasi pada instrumen reksadana dan emas memang sedang melonjak. Banyak orang memilih reksadana karena bisa menjamin keuntungan hampir sama seperti saham dengan tingkat resiko rendah. Sedangkan investasi emas cenderung stabil dalam jangka panjang.

Lalu jika disuruh memilih, mana yang akan Anda pilih, investasi emas atau reksadana? Di bawah ini kami akan menyajikan berbagai pertimabangan untuk perferensi personal Anda. Selamat membaca.

Pertimbangan Investasi Reksadana Atau Emas

Jika Anda memiliki cukup banyak uang, mungkin Anda bisa melakukan investasi pada kedua sektor sekaligus (reksadana dan emas). Namun bayangkan saja jika Anda hanya memiliki dana investasi sebesar Rp 5.000.000, apa yang akan Anda lakukan?

Apakah mengucurkannya untuk akun reksadana atau malah membeli saldo emas?

Mungkin yang perlu Anda tahu terlebih dahulu adalah makna dari investasi dengan objek reksadana.

Investasi reksadana adalah jenis investasi yang dilakukan dengan cara menghimpun dana dari publik untuk selanjutnya dikelola oleh Manajer Investasi. Resiko dari jenis investasi ini cukup rendah, dengan tingkat keuntungan lumayan tinggi dan sangat direkomendasikan untuk investor pemula.

Sedangkan investasi emas adalah jenis investasi pada sebuah lembaga seperti Pegadaian yang bersifat menabung untuk kemudian dikonversikan sebagai emas fisik. Tak hanya itu, investasi emas juga bisa dilakukan dengan melakukan cicilan terhadap emas batangan untuk selanjutnya bisa dicetak.

Kembali pada pertanyaan awal, jika Anda hanya memiliki sejumlah kecil uang dan sangat ingin berinvestasi. Manakah yang Anda pilih? Karena tentu saja baik investasi reksadana syariah atau konvensional serta investasi emas memiliki resiko tersendiri.

Pertimbangan pertama, investasi reksadana bisa dilakukan dengan jumlah yang lebih kecil daripada investasi emas (sekitar Rp 10.000,-). Inilah mengapa banyak orang yang hanya memiliki modal kecil cenderung memilih investasi dengan objek reksadana.

Namun walaupun begitu, sekarang ini Anda tetap bisa membeli emas dengan harga cukup murah melalui aplikasi digital dengan berat minimal 0,01 gram.

Pertimbangan kedua, jika Anda memilih reksadana maka data investasi akan sangat aman. Karena dokumen dari bank kustodian (bank penyimpan dana) dicatat secara elektronik sehingga bisa dijadikan pegangan yang membuktikan Anda sah telah berinvestasi.

Sedangkan untuk investasi emas yang telah dicetak fisik sangat berpotensi untuk hilang walaupun kepemilikan Anda terhadap barang tersebut mutlak.

Pertimbangan ketiga, untuk menyimpan dokumen reksadana di bank kustodian terkait tidak memerlukan biaya. Sedangkan untuk investasi emas yang berbentuk fisik, Anda akan dikenakan biaya tambahan.

Biaya tersebut adalah biaya cetak dan penyimpanan yang biasanya dibayarkan per tahun dan diperkirakan akan terus naik.

Pertimbangan keempat, reksadana cenderung memiliki nilai return yang cenderung stabil atau bahkan tinggi. Namun begitu, return yang bisa Anda dapatkan dari investasi reksadana memang rata-rata jauh lebih tinggi daripada investasi emas.

Sehingga Anda perlu mencari lembaga investasi reksadana terbaik agar bisa mengalokasikan dana yang telah dianggarkan agar mampu mencapai profit yang diinginkan.

Itulah beberapa pertimbangan yang bisa kami beritahukan kepada Anda terkait dengan investasi reksadana atau emas. Dengan tiap kelebihan dan kekurangan masing-masing, kami harap Anda mampu memutuskan instrumen investasi terbaik di masa depan. Happy investing!

(Visited 8 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply