Sampul Alquran Bahan Terompet dari Limbah Percetakan Yang Membuat heboh

Kepolisian Daerah Jawa Tengah menerima laporan adanya penggunaan sampul Al Quran sebagai bahan utama dalam pembuatan terompet tahun baru 2015. Terompet itu pertama ditemukan dijual di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Temuan itu berawal saat seorang warga di Kebondalem, Kabupaten Kendal, melihat tulisan “Kementrian Agama RI tahun 2013” dan kaligrafi Arab bertuliskan lafadzh Al Quran pada terompet hijau yang dijual di salah satu mini market Alfamart di Kebondalem.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Nur Ali menjelaskan, polisi segera bertindak cepat dan saat ini masih mendalami secara detail mengenai penggunaan cover Al Quran untuk bahan terompet tersebut.

Polisi sudah menyita puluhan terompet berbahan cover Al Quran dari sejumlah mini market di Kendal yang menjualnya. Di beberapa mini market, terompet sudah terjual habis. Penjualan tersebut diduga tidak disengaja, karena pihak pengelola mini market tidak mengetahui ada sampul Al Quran karena sudah berbentuk terompet dan tertutup plastik  hias.

Terompet tersebut dijual Rp 3.500. Menurut petugas mini market, terompet tahun baru itu dikirim dari gudang perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, sejak 5 Desember 2015 lalu.

Sebanyak 21 mini market ternama sudah didatangi polisi untuk menyita terompet yang belum laku terjual. Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin mengatakan, terompet tersebut sempat berada di Semarang, yakni saat masih berada di gudang. Data sementara, produsen terompet itu berada di Solo. Pihaknya akan mengantisipasi agar tidak ada peristiwa serupa di Kota Semarang. Burhanudin menegaskan, anggotanya akan bersiaga untuk pengamanan menjelang hingga berakhirnya perayaan tahun baru.

 

Terungkap, Ini Perusahaan Pemasok Bahan Baku Terompet dari Sampul Alquran

Polda Jateng mengamankan setidaknya 2,3 ton kertas bahan pembuat terompet kontroversial tersebut. Kementerian Agama telah mengantongi nama perusahaan di balik pembuatan terompet tersebut.

Baca Juga :   Nokia 215 & 215 Dual SIM Diluncurkan Microsoft

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Mukhtar Ali, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang melaporkan kepada Kepolisian setempat dan direspons cepat oleh pihak aparat keamanan. dan juga telah meminta keterangan kepada pimpinan puncak perusahaan, CV Aneka Ilmu yang pada tahun 2013 pernah memenangkan tender pengadaan Alquran di Kemenag.

Lebih lanjut Mukhtar menambahkan, bahwa untuk memastikan keterhubungan antara pengadaan mushaf Alquran pada tahun 2013 yang dicetak oleh pihak penyedia dengan masalah ini, diperlukan kehati-hatian sampai terdapat bukti yang sah secara hukum.

“Untuk memastikan hubungan antara pencetakan mushaf Alquran oleh penyedia pada tahun 2013 dengan masalah terompet berbahan cover mushaf Alquran tersebut diperlukan penelitian dan kehati-hatian, sehingga benar-benar ditemukan bukti yang meyakinkan dan sah secara hukum,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pesan Mukhtar, agar masyarakat bersabar, tidak terprovokasi atas isu-isu yang berkembang, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihaknya juga berharap agar Kepolisian hendaknya dapat melokalisir masalah tersebut agar tidak menjadi isu nasional di saat umat Kristiani tengah merayakan Natal.

Produsen Terompet dari Sampul Al-Quran Minta Maaf

Pemilik CV Ashfri, perusahaan yang memproduksi terompet dari sampul Al-Quran, meminta maaf atas kecerobohannya. Ribuan terompet dari bahan Al-Quran itu tersebar di gerai-gerai minimarket Alfamart di Jawa Tengah dan meresahkan warga.

“Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami akui ceroboh dalam pengawasan di bagian produksi. Kami siap bertanggung jawab,” kata Al Ashfriana, pemilik CV Ashfri.

Alfamart juga meminta maaf dan akan menarik seluruh terompet tersebut. “Kami tak menduga terompet yang kami pesan seperti itu. Kami hanya pesan terompet dengan harga terjangkau yang bisa berbunyi,” kata General Manager Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya, Nur Rahman.

Baca Juga :   Update Hasil Real Count Pilkada 2015 Kabupaten Bulungan Versi KPU

Meski demikian, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Symasuddin meminta persoalan ini diselesaikan secara hukum, tak cukup sekadar permitaan maaf. Menurutnya, hal itu merupakan penistaan agama yang tak bisa dianggap enteng.

“Penistaan terhadap agama Islam berupa pembuatan terompet berhuruf Al-Quran terulang setelah sandal bertulis Allah. Saya meminta MUI Kabupaten Semarang, Kendal, dan sekitarnya mengadukan ini ke Polri agar ditangkap dan diproses baik pembuat, penerima, dan penjual terompet tersebut,” ucap Din dalam keterangan tertulis, Selasa (29/12).

Din yakin pembuat dan penjual terompet itu sesungguhnya tahu perbuatan mereka itu melanggar hukum dan menyinggung perasaan umat Islam.

“Kali ini harus diproses secara hukum agar ada efek jera,” kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.Din juga meminta umat Islam dapat menahan diri dan tidak bereaksi berlebihan, sebab kasus ini diharapkan dapat dituntaskan oleh Kepolisian.

Ribuan terompet dari kertas sampul Al-Quran didapati dijual di hampir seluruh gerai minimarket Alfamart di Jawa Tengah. Polisi langsung menyita terompet-terompet itu dan memeriksa CV Ashfri, produsen terompet yang menerima pesanan dari Alfamart

(Visited 143 times, 1 visits today)

2 Responses

  1. author

    Raja Cover Agenda4 months ago

    Seharusnya tak boleh seperti itu, kalau dibuang, terus terinjak-injak gimana? Seharusnya betul-betul dijaga. apa yang melakukannya orang islam atau bukan yah?

    View Comment Reply

Leave a Reply