Siapakah Lucy si Australopithecus Ini Dia Penjelasannya

Raksasa mesin pencari ini merilis pertanyaan sederhana; “Siapakah lucy si Australopithecus?”

Pengguna media sosial dan Internet (netizen) barangkali juga tak banyak yang tau tentang siapakah Lucy si Australopithecus. Sedangkan laman Google Doodle hari ini memajang gambar ilustrasi manusia purba.

Nama Lucy sempat diabadikan dalam sebuah film berjudul “Lucy” yang diperankan Scarlett Johansson 2014 silam. Namun, film ini tidak menjelaskan tentang siapakah Lucy si Australopithecus.

Dilansir laman BBC, Mei 2015 lalu, spesies baru dari manusia purba telah ditemukan di wilayah Afar, Ethiopia. Dari hasil penelitian, spesies baru ini hidup 3,3 juta dan 3,5 juta tahun lalu.

Lucy menjadi nama yang diberikan untuk koleksi tulang fosil yang pernah dibuat untuk kerangka Hominid (kera besar) dari spesies Australopithecus afarensis, yang tinggal di Ethiopia 3.2 juta tahun yang lalu. Lucy Australopithecus afarensis juga merupakan species Hominid (kera besar) tertua yang pernah di temukan.
Adalah Donald Carl Johanson yang menemukan Lucy tepatnya pada tanggal 24 November 1974 di sekitar pulau Hadar, Lembah Awash, Depresi Afar, Ethiopia.

Nama Lucy diberikan pada fosil manusia purba berjenis kelamin perempuan dari golongan Australopithecus. Golongan ini merupakan golongan nenek moyang manusia purba yang kira kira sudah punah sejak lebih dari 3,6 juta tahun yang lalu.

Peneliti menemukan fosil Lucy dengan kondisi 40 persen dari kerangka lengkapnya, sebagian fosilnya sudah hancur.
Tak lama setelah digali , jelaslah Lucy adalah salah satu fosil yang paling penting yang pernah ditemukan , ketika para peneliti merillis bahwa Lucy Australopithecus merupakan spesies Hominid (kera besar) yang sebelumnya tidak diketahui.

Telegraph.co.uk mencatat, setidaknya ada tiga fakta menarik yang bisa menjawab pertanyaan “siapakah Luci si Australopithecus?” Inilah fakta menarik Luci si Australopithecus berikut :

Baca Juga :   Inilah Gambar Rumah Asli Yang Ada di Uang Rp 10.000

Berjalan Tegak

Berbeda dengan spesies kera kebanyakan, Lucy memiliki keunikan tersendiri, yang salah satunya adalah cara berjalannya yang tegak sama persis seperti manusia, Lucy mampu berjalan dengan dengan kaki.

Meninggal Misterius

Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana Lucy meninggal, belum ada bukti kuat yang menunjukan bagaimana proses kematian Lucy Australopithecus sang Hominid tertua di dunia.

Bertubuh Pendek

Meski bisa berjalan tegak layaknya manusia, Spesies Lucy Australopithecus afarensis, namun ukuran mereka jauh lebih kecil daripada manusia. Tinggi badannya hanya 1.1m tinggi dan beratnya di 29 kg.

Itulah penjelasan tentang siapakah Lucy si Australopithecus

(Visited 230 times, 1 visits today)

Comments are closed.