Tahun 2015, Pemekaran RT (Rukun Tetangga) Tuntas

Pada 2015 ini, pemekaran Rukun Tetangga (RT) diyakini akan tuntas. Proses pemekaran ini juga merupakan salah satu syarat terbentuknya Tanjung Selor menjadi kotamadya. Mengenai hal itu, Bupati Bulungan Budiman Arifin mengunjungi Kantor Kelurahan Tanjung Selor Hilir untuk mengetahui progres pemekaran tersebut. Diketahui, di wilayah Kelurahan Tanjung Selor Hilir, sebelumnya hanya 13 Rukun Warga (RW) menjadi 39 Rw. Kemudian, untuk RT dari 50 sekarang sudah menjadi 108 RT. “Ada tambahan sekitar 58 RT. Dengan begitu, Kelurahan Tanjung Selor Hilir ini dapat dimekarkan menjadi tiga kelurahan. Ini berarti tambah dua kelurahan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kelurahan Tanjung Selor Hulu juga mengalami pemekaran menjadi dua kelurahan. Terkait pengesahannya, dikatakannya, hal itu nanti dari aparatur bupati atas dasar laporan kelurahan dan kantor PMD.
“Semuanya itu Tanjung Selor Hilir, Hulu, Jelarai Desa Tengkapak nantinya dapat menjadi tiga kecamatan . Tinggal tambah lagi satu kecamatan di Bumi Rahayu Desa Gunung Sari. Dengan begitu, sudah dapat menjadi kotamadya. Karena, di sini ibukota provinsi, sehingga ibukota kabupaten berada di Tanjung Palas,” jelasnya.
Pemekaran ini ditargetkan selesai pada masa jabatannya, terutama untuk Rukun Tetangga (RT) dulu. Sementara yang lainnya dapat disambung pejabat bupati selanjutnya untuk pemekaran kelurahan. “Jika seperti itu dapat jadi. Tahun 2016, pemekaran kelurahan selesai. Tahun 2017, pemekaran kecamatan. Semoga, tahun 2018 sudah dapat menjadi kotamadya,” katanya.
Dijelaskannya, selama ini untuk Tanjung Selor hanya terdapat tiga kelurahan, yakni Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Hulu dan Tanjung Selor Timur. Tapi, untuk Tanjung Palas tidak ada pemekaran, karena tidak ada syarat ibukota itu melakukan pemekaran. Sementara, kotamadya atau kabupaten itu ada syarat minimal empat kecamatan untuk kotamadya dan lima kecamatan untuk pemekaran kabupaten baru. “Kami juga ada pemekaran desa, seperti Desa Jelarai kemungkinan ada tiga. Karena, untuk satu RT itu minimal 45 Kepala Keluarga (KK). Saat ini, dapat mencapai 200 KK, sehingga harus pemekaran karena itu berdampak pada pelayanan RT, jika warganya terlalu banyak,” pungkasnya

Baca Juga :   Video : Tarian Massal Pembukaan Pekan Budaya Daerah 2014 Tanjung Selor

sumber : korankaltara

(Visited 700 times, 1 visits today)

Leave a Reply