Tata Cara Shalat Tarawih dan Sholat Witir berikut Lafadz niat Secara Lengkap

image

Bulan Suci Puasa Ramadhan  telah menghapiri kita semua, bulan yang paling dinanti oleh semua umat muslim didunia untuk berlomba dalam memperbanyak amal ibadah. Salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah melaksanakan Shalat Sunnah Tarawih.

Sholat sunnah tarawih atau kadang sering disebut dengan teraweh/taraweh ini merupakan shalat yang dikerjakan dimalam hari setelah melakukan salat Isya, adapun hukum untuk mengerjakan shalat sunnah tarawih sendiri adalah sunnah muakkad yang berarti sangat diutamakan untuk dikerjakan oleh semua umat muslim diseluruh dunia.

Sedangkan untuk jumlah rakaat Shalat Tarawih terdapat 3 pendapat menurut ulama Indonesia yakni 8, 11, 20 rakaat. Walaupun terdapat perbedaan dalam masalah rakaat, namun semua yang diutarakan para ulama benar, hal ini disebabkan karena Rasulullah SAW pernah mengerjakan shalat sunnah ini dengan jumlah rakaat tersebut.

Sebelum melaksanakan shalat sunnah tarawih tentunya kita harus mengucapkan sebuah niat dalam hati secara tulus dan ikhlas supaya pelaksanaan sholat pun berjalan dengan khusyu dan mendapatkan keberkahan. Adapun Lafadz Bacaan Niat Tata Cara Shalat Tarawih dan Sholat Witir dapat anda lihat dibawah ini yang lengkap dalam tulisan arab maupun latin dengan arti terjemahannya.

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Tulisan Arab:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Tulisan Latin:
USHALLI SUNNATAT TARAAWIIHI RAK’ATAINI (MA’MUMAN/IMAAMAN) LILLAHI TA’AALAA.
Artinya:
” Aku niat Salat Tarawih dua rakaat (menjadi makmum/ imam) karena Allah Ta’ala”

Bacaan Niat shalat tarawih sendiri/Munfarid

Tulisan Arab:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
Tulisan Latin:
USHOLLI SUNNATATTAROWIHI ROK’ATAINI LILLAHI TA’ALA
Artinya:
” Aku niat Salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Bacaan Niat Shalat Witir 2 Rakaat

Baca Juga :   Ini Dia Alasan Rasulullah Melarang Kita Mencabut Rambut Uban

Tulisan Arab:
أصلي سنة الوتر وكعتين لله تعالي
Tulisan Latin:
Ushallii sunnatal witri rak’ataini lillahi ta’alaa
Artinya:
Saya shalat sunnah witir 2 raka’at karena Allah ta’ala

Bacaan Sholat witir 1 raka’at

Tulisan Arab:
أصلي سنة الوتر وكعة لله تعالي
Tulisan Latin:
Usalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’alaa
Artinya:
Aku sholat sunnah witir 1 roka’at karena Allah Ta’ala

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Tulisan Arab:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ , اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ , وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن . وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ , وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ , وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ , وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ , وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ , وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ , وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ , وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ , وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ , وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ , وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ , وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ , وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ , وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ , وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ , وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ , وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ , وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ , وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ , بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن , مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ , وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا , ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم َ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن
Tulisan Latin:
“ALLAAHUMMAJ’ALNAA BIL IIMAANI KAAMILIINA. WALIFARAA-IDLIKA MU-ADDIINA WA-ALASH SHALAWAATI MUHAAFIDHIINA. WALIZZAKAATI FAA’ILIINA WALIMAA ‘INDAKA THAALIBIINA. WALI-AFWIKA RAAJINA, WABIL HUDAA MUTAMASSIKIINA. WA-ANIL LAGHWI MU’RIDLIINA WAFID DUNYAA ZAAHIDIINA, WAFIL AAKHIRATI RAAGHIBIINA, WABIL QADLAA-I RAADLIINA, WABIN NA’MAA-I SYAAKIRIINA. WA-ALAL BALAA-I SHAABIRIINA WATAHTA LIWAA-I SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASAI LAMA YAUMAL QIYAAMATI SAAIRIINA WA’ALAL HAUDLI WAARIDIINA, WAFIL JANNATI DAKHILIINA. WA-ALAA SARIIRATIL KARAAMATI QAA’IDIINA. WABIKHUURIN ‘IININ MUTAZAWWIJIINA WAMIN SUNDUSIN WAISTABRAQIN WADIIBAAJIN MUTA-LABBISIINA WATHA’AAMIL JANNATI AAKILIINA. WAMIN LABANIN WA’ASALIN MUSHAFFIINA SYAARIBIINA BIAKWAABIN WA-ABAARIIQA WAKA’SIN MIM MA’IININ MA’AL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM MINAN NABIYYIINA WASH SHIDDIIQIINA WASY SYUHADAA-I WASH-SHAALIHIINA WAHASUNA ULAA-IKA RAFIIQAA, DZAALIKAL FADLLU MINALLAAHI WAKAFAA BILLAAHI ‘ALIIMA. WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.
Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, dapat menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.

Baca Juga :   Melanjutkan Tradisi yang Baik, Mengambil Hal Baru yang Lebih Baik (Khutbah Idul Adha)

Sumber trentekno

(Visited 33 times, 1 visits today)

Leave a Reply