Tips Kelola Investasi Saham Jelang Lebaran

Menginvestasikan dana kepada berbagai instrumen investasi merupakan salah satu pilihan untuk mendapatkan keuntungan serta memperoleh stabilitas finansial terutama di kala pandemi.

Salah satu instrumen yang paling banyak dilirik oleh para investor adalah instrumen saham. Investasi saham dianggap sebagai metode tanam modal yang mampu mendatangkan cukup banyak keuntungan, walaupun tingkat resikonya tinggi.

Di tengah pandemi seperti ini, banyak orang yang ragu untuk bermain saham kembali. Menjelang lebaran seperti ini pun banyak orang yang kurang bisa mengelola portofolio mereka masing-masing.

Jika Anda merasa perlu mengatur dan mengelola investasi saham jelang lebaran, yuk baca artikel berikut ini hingga selesai!

 Mengelola Investasi Saham Jelang Lebaran Tahun 2020

Tips Kelola Investasi Saham Jelang Lebaran

Pada tahun 2020 terutama pada kuartal awal (Januari hingga Maret), dunia investasi saham agak goyah dengan isu pandemi yang merebak ke ratusan negara termasuk Indonesia.

Sepanjang bulan Mei 2020 (bulan Ramadhan) pun, pergerakan saham juga semakin melemah. Tertanggal 20 Mei 2020, pergerakan IHSG pun tercatat melemah sebanyak 0,06% pada level angka 4.545,95.

Hal ini menyebabkan banyak “pemain” saham yang ketar-ketir karena merasa objek investasi mereka kurang aman. Oleh karena itu, tips kelola investasi saham jangka panjang jelang lebaran berikut ini perlu Anda tahu.

Cara pertama untuk kelola investasi saham yang hendaknya dilakukan menjelang lebaran adalah mengetahui kapan harus hold cash atau all out. Metode hold cash adalah cara untuk menahan dana investasi dalam bentuk cash.

Sedangkan dengan metode all out, anda bisa belanja saham sesuai dengan prospek pasar secara real time dengan pertimbangan berbagai aspek yang mempengaruhi masa depan.

Cara hold cash memang terbukti ampuh ketika IHSG melambung tanpa adanya kondisi pasar yang menguatkan level. Seperti contohnya ketika pandemi merebak, IHSG terkoreksi begitu saja. Sehingga orang yang melakukan hold cash lebih untung daripada orang yang menggunakan metode all out.

Menurut pakar ekonomi, sentimen akan COVID-19 memang mempengaruhi laju saham dan menyebabkan pergerakan yang cukup fluktuatif di pasar modal. Strategi pengelolaan investasi keuangan juga disarankan untuk diperkuat agar nantinya investor lebih tahan dalam mengalami mental breakdown akibat transaksi sepi.

Cara kedua yang bisa digunakan untuk mengelola portofolio investasi saham selanjutnya adalah menggunakan metode diversifikasi. Metode yang satu ini dikenal sebagai “pengaman” saat kondisi ekonomi global atau nasional sedang terpuruk.

Diversifikasi bisa diartikan sebagai cara untuk mengelola investasi tidak hanya bergantung pada satu sumber saja.

Jika Anda berniat untuk melakukan diversifikasi, sebaiknya pertimbangkan reputasi emiten yang akan dikucuri dana. Selain itu, pertimbangkan untuk invest tidak hanya pada satu sektor seperti sektor kuliner saja. Pertimbangkan berbagai sektor yang nantinya akan tetap stabil saat kondisi ekonomi nasional melemah.

Jika memang ingin menerapkan metode diversifikasi pada proses investasi saham jelang lebaran, sebaiknya kucurkan dana sebesar 40% untuk membeli saham blue chip.

Keunggulan dari saham jenis ini karena nilainya yang tidak terlalu fluktuatif. Saham blue chip juga memiliki resiko likuiditas yang kecil, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai instrumen investasi saham jangka panjang.

Selain itu, sebanyak 30% dana bisa diinvestasikan kepada saham second liner yang memiliki resiko lebih tinggi dengan tingkat return yang tinggi pula.

Jika sudah melengkapi portofolio saham dengan level keamanan berbeda, saatnya mengalokasikan sebagian dana dalam bentuk cash untuk membeli saham sewaktu harga anjlok.

Dengan metode diversifikasi tersebut, maka portofolio investasi milik Anda akan aman walaupun transaksi sepi menjelang lebaran dan efek pandemi.

Cobalah menggunakan tips mengelola investasi saham yang telah kami berikan agar kondisi finansial Anda tidak ikut memburuk ketika transaksi tidak sederas biasanya.

(Visited 3 times, 1 visits today)
Tags:

Leave a Reply