Penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai jika terlalu lama duduk di depan laptop, berikut cara mencegahnya.

Selama diberlakukannya Work frоm Home (WFH) atau bekerja dari rumah di saat pandemi mengharuskan kita bekerja lebih lama di depan layar komputer ataupun gadget lainnya. Berada di depan komputer dalam jangka waktu lama tentu saja akan memberikan efek samping bagi kesehatan.


Selain membuat penglihatan berkurang, duduk terlalu lama juga dapat memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini tentu akan menyebabkan penurunan kinerja tubuh dalam mengatur tekanan darah, menjaga kadar gula darah, serta memproses lemak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit.


Dilansir dari berbagai sumber kesehatan, berikut beberapa masalah kesehatan yang harus diwaspadai akibat terlalu banyak duduk:


Mata Tegang
Bekerja di depan komputer mengharuskan mata terus fokus. Saat mengetik, melihat kertas, dan kembali melihat ke layar komputer membuat otot mata bekerja maksimal karena harus mengakomodasi perubahan gambar pada layar agar otak dapat menafsirkan gambaran yang jelas.

Terlalu lama menatap layar komputer menyebabkan mata menjadi tegang. Meskipun bukan kondisi permanen, namun hal ini juga perlu diwaspadai karena mempengaruhi tingkat kesehatan mata mu dalam penglihatan.


Nyeri Otot dan Atrofi Otot
Duduk terlalu lama bisa membuat otot punggung, bahu, dan pinggul bekerja lebih banyak sehingga menjadi kaku, pegal, dan nyeri. Nyeri akan bertambah parah dan lebih cepat datang jika kamu keseringan duduk dengan postur yang tidak benar.

Di lain sisi, kaki dan bokong yang jadi jarang digerakkan bisa mengalami atrofi otot, sehingga otot-otot tersebut menjadi lemah. Risikonya, kamu akan rentan mengalami cedera.


Sakit Punggung
Gangguan kesehatan ini sering dialami banyak orang. Duduk di depan layar komputer sepanjang waktu bisa memicu sakit punggung. Entah hanya nyeri sesaat atau rasa sakit dan pegal yang terus-menerus, hal tersebut bisa terjadi karena posisi duduk yang terlalu menyender ke belakang maupun membungkuk ke depan. Posisi ini bisa membuat ligamen dan otot punggung menjadi tegang.


Deep Vein Thrombosis (DVT)
Terlalu lama duduk juga bisa menyebabkan deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah pada pembuluh darah vena bagian dalam, umumnya pada area tungkai. Kondisi ini dapat menyebabkan bengkak dan nyeri pada kaki.

Jika dibiarkan DVT bisa berdampak serius, karena gumpalan darah bisa terlepas, mengalir ke paru-paru, kemudian menyebabkan emboli paru.
Sindrom Carpal Tunnel Sindrom ini disebabkan karena tertekannya sistem saraf yang terletak di bawah pergelangan tangan.

Gejalanya bisa meliputi sensasi kesemutan pada tangan dan jari yang nantinya berlanjut pada rasa sakit mendadak di pergelangan lengan hingga bahu, leher bahkan bagian tubuh lainnya. Jika dibiarkan, sindrom carpal tunnel mampu membuatmu tidak bisa memegang barang kecil, menyebabkan impoten dan kelemahan otot.


Cedera Regangan yang Berulang
Cedera regangan terjadi karena sering melakukan gerakan di depan komputer. Gejalanya biasa dimunculkan dengan hadirnya rasa sakit dan gangguan fungsi organ tubuh.

Biasanya rasa sakit tetap datang walaupun sudah beristirahat dan hal ini akan mengganggu pekerjaan, bahkan pekerjaan yang ringan sekalipun.


Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular
Selain penyakit diatas, duduk terlalu lama juga dapat menurunkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga penyerapaan gula darah ke dalam sel proses pembentukan gula menjadi energi menjadi terganggu.

Kondisi ini membuatmu berisiko mengalami diabetes tipe 2 serta penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke.


Mengurangi waktu duduk saat bekerja atau beraktivitas cukup sulit bagi sebagian orang. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari berbagai dampak kesehatan karena terlalu lama duduk, diantaranya yaitu:

  1. Mengatur jarak pandang dari layar komputer. Jika terlalu ke bawah, akan rentan mengalami sakit punggung dan leher. Sementara jika menatap terlalu ke atas, akan menyebabkan mata kering.
  2. Memasang pengingat setiap 30 menit untuk berdiri sejenak atau berjalan-jalan sebentar di sela waktu bekerja.
  3. Cobalah untuk mengetik sambil berdiri selama beberapa saat.
  4. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
  5. Atur pencahayaan pada layar komputer
  6. Sering berkedip agar mata tidak kering
  7. Pertahankan postur tubuh yang baik. Gunakan kursi ergonomis yang mendukung postur tubuh saat duduk
  8. Berdiri dan berjalanlah saat menelepon atau hendak berdiskusi dengan rekan kerja.
(Visited 26 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here